Saatnya Mengenali Ciri Sekolah Ramah Anak

Maria Amanda Inkiriwang, Jurnalis
Kamis 17 November 2016 12:31 WIB
Mengenal sekolah ramah anak (Foto: Nobel)
Share :

KENYAMANAN para murid pastinya menjadi elemen terpenting dalam mengikuti proses belajar di sekolahnya. Dikenal dengan istilah sekolah ramah anak, tentu siswa perlu merasakan keramahan sesungguhnya dari tempat dan lingkungan sekolah.

Sebenarnya, apa sih ciri-ciri sekolah ramah anak? Dra Ratna Budiarti, M.Biomed, Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta, terdapat beberapa komponen yang perlu menjadi perhatian untuk menciptakan sekolah yang ramah anak.

"Komponen yang pertama adalah sekolah itu sudah melakukan sosialisasi konvensi hak anak, artinya seluruh warga sekolah itu sudah diberitahu hak-hak anak," kata Ratna kepada Okezone saat ditemui di kawasan Tanjung Pendam, Belitung, beberapa waktu lalu.

Ada hak anak yang harus mereka peroleh ketika mengemban pendidikan di sekolah. Ratna menyebutkan beberapa hak, di antaranya hak untuk mendapatkan keamanan, kenyamanan, gedung sekolah, ruang belajar, ruang bermain. Termasuk fasilitas penunjang lainnya.

"Anak harus mendapatkan perlakuan yang baik dari seluruh warga sekolah. Bangunan sekolah harus memiliki ruang udara yang cukup, serta fasilitasnya. Anak harus merasa aman, nyaman, dan terpenuhi kebutuhannya," tambahnya.

Sekolah ramah anak juga menjadi sebuah sorotan bagi orangtua dan lingkungan di sekitarnya untuk mendukung kegiatan belajar, maupun program yang dilaksanakan oleh sekolah.

"Selain itu, terdapat peran serta dari orangtua dan wali, masyarakat, alumni. Harus ada peran serta dari kegiatan yang ada di sekolah. Makanya kita libatkan alumni dan orangtua, serta masyarakat setempat, seperti Camat, ketua RT, dan warga sekitar, polsek," jelas Ratna.

Tidak hanya itu saja, komponen lainnya yang melengkapi adalah dari individu siswa dan guru itu sendiri. Sekolah yang ramah anak juga ditunjukkan melalui perilaku siswanya, yakni sekolah yang bebas bullying.

"Kegiatan belajar mengajar harus menyenangkan. Termasuk tidak ada bullying. Di sinilah tantangannya bagaimana menjadikan SMAN 3 sebagai wilayah anti bullying," tukasnya.

Ragam acara sosialisasi dan langkah-langkah antisipasi memutus senioritas dan bullying telah dilakukan Ratna. Termasuk melakukan pendekatan terhadap orangtua dan siswa. Ia bersyukur, metode yang dijalankannya memiliki dampak yang baik untuk mengurangi kasus bullying terjadi di sekolahnya.

(Vien Dimyati)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya