KABAR mengenai evakuasi sejumlah pendaki yang sakit di Gunung Sumbing, Jawa Tengah, kembali harus dijadikan pelajaran. Buruknya cuaca belakangan ini memang harus diwaspadai untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Kasus yang dialami tiga korban dari tujuh pendaki yang terpisah dari rombongan tersebut pada Minggu lalu (15 November), terjadi ketika mereka hendak turun menuju pos empat jalur pendakian Banaran. Mereka diduga kelelahan dan sempat alami hipotermia karena cuaca buruk.
“Kondisi gunungnya hujan terus. Hari Sabtu sih cuacanya bagus. Tapi, hari Minggu cuacanya buruk, dari pagi jam 10 hujan terus sampai jam 7 malam,” kata Denda, pendaki yang satu rombongan perjalanan dengan korban kepada Okezone, Rabu (16/11/2016).
Bukan hanya karena faktor cuaca, jalur gunung yang terbilang berbahaya juga menambah risiko. Apalagi ketika hujan turun, jalur tanah terjal yang basah menurut pendaki lainnya juga bisa mengancam nyawa.
“Jalur Sumbing kan kayak seluncuran tanah. Nyiksa kalau hujan. Main perosotan ke jurang,” ujar Abi, pendaki yang tidak terlibat dalam perjalanan tersebut.
Sementara itu, musibah yang dialami tiga pendaki wanita tersebut dianggap sangat mungkin terjadi karena mereka memaksakan diri naik ke puncak di siang hari. Ketika turun, cuaca yang memburuk pun akhirnya menghalangi perjalanan mereka.
“Mereka dibawa panitia rombongan naik ke puncak jam lima pagi, sementara perjalanan ke sana bisa lima jam. Lewat jalur Banaran naik sampai Pos 4 kurang lebih 6 jam. Dari Pos 4 ke Puncak Rajawali kurang lebih 5 jam,” tambah Denda.
(Fiddy Anggriawan )