PERHELATAN IPMI Trend Show 2017 yang diselenggarakan oleh Ikatan Perancang Mode Indonesia telah memasuki hari ketiga, Kamis, 10 November 2016. Kali ini, giliran koleksi desainer Yogie Pratama yang unjuk gigi di The Hall Senayan City.
Dalam rangka perayaan akbar IPMI yang ke-30, Yogie Pratama kembali bernostalgia dengan rangkaian parade koleksi desainer IPMI seniornya. Ia mencoba kembali dengan semangat baru melalui garis rancangannya yang bertajuk 'Gilded' atau yang berarti emas.
Sesuai dengan namanya, Gilded menampilkan koleksi palet keemasan yang merupakan warna favoritnya. Sejumlah 21 koleksi womenswear hadir dalam nuansa metalik, efek shimmering, dan shiny yang memberi kesan glamor. Siluet klasik yang mendominasi koleksi ini terdiri atas A-line, cocktail dress, evening dress, ball gown, atasan, hingga bawahan yang feminin.
Salah satu gaya yang juga disampaikan oleh Yogie dalam koleksinya adalah detail exaggerated pada volume di bagian pinggul. Ini mengingatkan pada gaya new look atau era mode rococo, shoulder pad, pita hingga dada atau cone bra yang individual.
"Saya merasa perempuan di era saat ini siluet tubuhnya kurang memikat, era 90-an lebih memesona dan menggoda, karena itu saya mencoba untuk menampilkannya kembali. Untuk detailnya, ada yang saya buat besar di bagian pinggul atau di bagian payudara," terang Yogie Pratama yang ditemui seusai peragaan.
(foto: annisa/okezone)
Permainan detail ditampilkan dalam ramuan yang pas, misalnya aplikasi buku ostrich pastel hingga barisan kristal yang ditata dengan nuansa art-deco tegas. Hal tersebut ditemukan pada beberapa bagian pundak, dada, rok, motif, dan tekstur pada material jacquard. Desainer lulusan ESMOD Paris ini juga mengaplikasikan detail embroidery pada beberapa koleksi gaun yang terinspirasi dari eloknya alam, melalui bordir akar-akaran dan batang pohon di kala musim gugur.
Sementara, untuk ragam material yang digunakan di antaranya jacquard, lace, satin, organza, sutera, hingga beludru yang disatukan dalam satu koleksi nan harmonis. Misalnya, pada material beludru yang akan menjadi tren global musim ini, dikembangkan dengan aksen drapery pada pinggang bergaun panjang atau gaun midi-nya.
Kesan fairytale yang menjadi ciri khas Yogie semakin kental dengan aksesori rancangan Rinaldy A Yunardi. Aksesori metal keemasan tersebut disematkan pada bagian telinga dan hidung para model.
"Nuansanya gold shimmer, jadi para model rambutnya dibuat sleek dan penampilannya hanya ditambahkan aksesori. Saya ingin menunjukkan bahwa aksesori enggak harus di anting, tetapi bisa di hidung, atau bahkan ke depannya bisa di dagu," tutup salah seorang desainer termuda di IPMI tersebut.