MEL Ahyar menjadi salah seorang desainer yang turut menampilkan karyanya dalam IPMI Trend Show 2017. Dalam gelaran yang diadakan di The Hall, Senayan City, Jakarta, itu, Mel hadir dengan koleksi busana couture melalui lini busana Mel Ahyar Couture, yang bertajuk ‘Kini Abadi’.
Biasa bekerjasama dengan para seniman dalam beberapa koleksinya, kali ini Mel menggandeng seorang pelukis bernama Jeihan Sukmantoro. Jeihan sendiri dikenal akan lukisan wanita dengan mata hitam tajam. Mel pun menerjemahkan lukisan-lukisan karya Jeihan ke dalam motif pada busana adibusananya.
Peragaan busana dihadirkan dengan pencahayaan yang redup sehingga memberi kesan misterius. Para model berjalan keluar dengan alunan musik yang dramatis dari petikan alat musik cello.
Kolaborasi yang menggabungkan mode dan seni rupa ini menghasilkan 20 set busana. Lima di antaranya dibuat khusus dalam siluet kain yang dilukis langsung oleh Jeihan dan menjadi masterpiece dalam koleksi ini. Sementara lima belas busana lainnya merupakan kombinasi ide dari kedua seniman yang dituangkan dalam teknik digital art dan detail couture.
<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-version="7" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:33.3333333333% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/BMiluiSjf2W/" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A photo posted by Mel Ahyar (@mel_ahyar)</a> on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2016-11-08T07:16:49+00:00">Nov 7, 2016 at 11:16pm PST</time></p></div></blockquote>
<script async defer src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script>
Pengaplikasian siluet busana yang ditampilkan mulai dari tahun 1950 hingga 2000-an. Kesan 60-an ditonjolkan dalam potongan busana bergaya klasik dan elegan yang longgar dan mengembang.
(foto: annisa/okezone)
Karakter 70an hingga 80-an diwakili oleh potongan busana berpotongan besar dan lebih longgar, misalnya dengan wide-cut pants. Gaya individualis dan vintage digambarkan pada potongan busana 90-an melalui siluet berpotongan A yang maskilin, mewah, elegan, dan unik.
Teknik layering dari material busana yang ringan, seperti silk organza, silk gazard, silk tulle, dan tafetta digunakan untuk memanipulasi bentuk tubuh dan potongan busana yang terkesan berat dan penuh.