Di lokasi tersebut, wisatawan bisa berfoto dengan latar belakang air terjun yang menjulang tinggi. Selain itu, wisatawan juga bisa bermain air dan berendam di sungai. Namun, saat hujan mengguyur, wisatawan diminta tidak berendam di sungai karena setiap saat arus sungai bisa bertambah deras dan membahayakan.
Seorang pengelola objek wisata Grojogan Kokok, Jiono (30) mengatakan, air terjun tersebut sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, baru tujuh bulan lalu dibuka untuk umum dan menjadi tempat wisata.
Hal itu sejalan dengan inisiatif warga yang membuat lokasi parkir di sekitar air terjun. Dia menambahkan, saat ini memang belum ada fasilitas umum di lokasi itu, namun ke depannya akan dibangun beberapa fasilitas seperti toilet dan gubuk yang bisa digunakan untuk berteduh wisatawan.
“Setiap sepeda motor yang parkir hanya Rp3.000 dan tidak ada retribusi masuk. Uang hasil dari parkir pun masuk menjadi kas untuk pembangunan air terjun,” kata dia seperti dikutip dari Madiunpos.com.
Menurut Jiono, Grojogan Kokok ramai dikunjungi wisatawan pada hari tertentu, seperti hari libur nasional dan akhir pekan. “Saat hari libur seperti Lebaran bisa mencapai 500 orang per hari,” kata warga Temon itu.
(Fransiskus Dasa Saputra)