DARI sekian banyak program penurunan berat badan yang tersedia. Diet mayo muncul dan seolah jadi solusi menurunkan berat badan dalam jangka waktu relatif cepat.
Diet mayo biasanya dilakukan selama 13 hari dengan serangkaian pola makan ketat dan perubahan kebiasaan buruk menjadi lebih sehat. Diet mayo bisa jadi pilihan mereka yang ingin mengubah kebiasaan itu agar terhindar dari berbagai penyakit.
Awalnya diet mayo dicetuskan oleh situs kebugaran ternama di Minnesota, Amerika Serikat. Namanya diambil dari situs tersebut yakni Diet Mayo Clinic dan dikenal luas sebagai diet mayo.
Situs kebugaran dari Amerika Serikat itu mengumpulkan para ahli kesehatan, peneliti hingga dokter untuk mengkaji ulang mengenai program diet mayo, dan hasilnya? Diet mayo efektif dalam menurunkan berat badan dengan cara yang sehat. (Baca: DIET MAYO DAY 1: Tips Jalani Diet Mayo di Hari Pertama)
Diet mayo juga dipresentasikan dalam sebuah buku dimana terdapat resep, tips, agenda, rencana pola makan, kebiasaan buruk yang harus dihindari serta aturan olahraga yang tepat.
Seiring berjalannya waktu, diet mayo semakin dikenal luas termasuk di Tanah Air. Namun sayang, esensi diet mayo di Indonesia punya sedikit perbedaan dengan versi aslinya.
"Entah di Indonesia siapa pencetusnya. Tapi diet ini mayo sudah booming sejak 2 tahun lalu," ungkap Jocelyn Halim, ahli gizi kepada Okezone di Jakarta.
Jika di Amerika Serikat diet mayo lebih menekankan pada perubahan pola hidup dan kebiasaan sehari-hari. Di Tanah Air diet mayo dilakukan dengan mengontrol pola makan bebas gula dan garam, kandungan gizi pada makanan yang dikonsumsi serta takaran tertentu dalam satu porsi.
Karena itu layanan bisnis katering diet mayo cukup menjamur. Perlu diketahui, setelah melakukan diet mayo dan berat badan sudah sesuai keinginan, bukan berarti menjaga pola makan dan kebiasaan dilupakan begitu saja.
"Bukan cuma pada saat menjalani saja. Setelahnya juga perlu dijaga konsistensinya agar usaha yang sudah dilakukan tidak sia-sia," pungkasnya.
Simak terus diet mayo bersama Okezone selama 13 hari, dan akan dimulai dari 17-29 Oktober 2016.
(Renny Sundayani)