Mengintip Kemegahan Masjid Terapung Oesman Al-Khair

Ade Putra, Jurnalis
Minggu 16 Oktober 2016 10:44 WIB
Masji Terapung (Foto: Ade Putra/Kontributor)
Share :

PRESIDEN RI Joko Widodo meresmikan Masjid Agung Oesman Al Khair yang berada di Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Sabtu 15 Oktober 2016. Peresmian masjid terapung yang megah dan mewah di Sukadana ini masuk dalam rangkaian puncak Sail Selat Karimata 2016.

Jokowi datang ke masjid menggunakan mobil sekitar pukul 08.30 pagi, kemarin Hentakan rabana menyambut kedatangannya. Ia menginap di Hotel Mahkota Kayong, hanya berjarak sekitar 100 meter dari masjid lokasi peresmian.

Di tengah cuaca mendung diiringi gerimis tipis, akhirnya Jokowi menandatangani batu prasasti peresmian masjid tersebut.

Usai meresmikan masjid yang mengadopsi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan warna serba putih dan dihiasi ornamen ukiran kaligrafi pada dinding luar serta interior ala Maroko itu, Jokowi juga menerima kenang-kenangan berupa replika Masjid Agung yang diberikan langsung oleh Wakil Ketua MPR Oesman Sapta.

Selanjutnya Jokowi meninjau dan mengelilingi area dalam dan luar masjid untuk mengamati aristektur masjid yang sekilas mirip bangunan monumental Taj Mahal di India tersebut.

Di dalam masjid, Jokowi juga menyempatkan diri untuk menunaikan ibadah shalat dhuha. Selepasnya, Jokowi terlihat sangat mengagumi arsistektur masjid tersebut. “Alhamdulillah, di Kabupaten Kayong Utara sudah berdiri masjid yang megah dan sangat besar. Masjid Oesman Al Khair yang terapung kalau kita lihat ke arah laut sangat indah, sangat megah sekali,” katanya usai meremikan masjid.

Masjid Agung Oesman Al-Khair berada tepat di tepi laut Jalan Kota Karang, Kelurahan Sutra. Ia juga berada di tengah keelokan bukit yang memagari laut Sukadana. Dalam pandangan mata, apalagi dilihat dari laut terkesan masjid sebagai ikon baru Kayong Utara itu seperti melayang di atas air. Masjid ini juga menyajikan pemandangan indah, terutama di sore hari. Hembusan angin sepoi-sepoi dan indahnya kemegahan masjid, membuat para pengunjung betah berlama-lama di masjid.

Di lokasi yang sama, Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid bercerita pembangunan masjid itu bermula dari keinginan masyarakat yang ingin memperbesar Masjid Al-Qudsi yang tidak jauh dari area yang kini menjadi Masjid Oesman.

Masjid yang mampu menampung 3.000 jamaah itu mulai dibangun sejak 2012 dan selesai pada awal Oktober kemarin. Pembangunan masjid ini menelan biaya sekitar Rp38 miliar.

Lahan tersedia dan dana mulai terkumpul, warga sekitar kemudian bermusyawarah untuk menentukan nama dari masjid yang bakal menjadi kebanggaan baru warga Kalimantan Barat itu. Setelah didiskusikan, muncul agar nama Oesman menjadi nama masjid seluas 50x50 meter tersebut.

Hildi Hamid mengaku masjid ini menjadi kebanggaan warga Kayong Utara. Terlebih, rumah ibadah ini diresmikan langsung oleh Jokowi. Ia berharap agar pembangunan masjid itu dapat berpengaruh pada peningkatan kualitas manusia di daerahnya. “Saya juga berharap agar dengan adanya masjid ini menjadi tujuan wisata religi di Kalimantan Barat,” harap Hildi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya