Sementara itu, peneliti dari Balai Penelitian, Pemulihan dan Konservasi Sumber Daya Alam KKP Profesor Krismono menyambut baik didirikannya Pusat Informasi Danau Limboto.
"Saya dan tim sudah beberapa kali melakukan penelitian ikan di danau ini dan hasilnya tentu saja kami serahkan kepada pemerintah daerah, untuk membantu mereka dalam melakukan revitalisasi. Pusat informasi ini langkah awal yang baik," katanya.
Krismono juga mengungkapkan pemda perlu duduk bersama untuk membahas masa depan beberapa jenis ikan di danau, yang terancam punah bila pembangunan fisik tidak menyesuaikan dengan upaya pelestarian spesies.
"Kami membuat sebuah suaka di danau dan menebar benih ikan Payangga dan Manggabai di dalam. Ukurannya masing-masing satu hektar. Dan terbukti ikan-ikan ini hidup lebih baik sehingga memungkinkan dibudidaya," ujarnya.
(Tuty Ocktaviany)