HARI BATIK : Makna Dibalik Motif Batik Yogyakarta

Fiddy Anggriawan , Jurnalis
Minggu 02 Oktober 2016 16:45 WIB
Batik Yogya (foto: google search)
Share :

POLA dan motif batik digolongkan ke dalam beberapa desain 'keluarga' yang berbeda. Masing-masing memiliki ratusan variasi yang mimiliki karakteristik tersendiri.

Anda dapat melihat desain tertentu yang memiliki makna suci, pola khusus yang dilarang dikenakan oleh anggota  diluar bangsawan istana kerajaan.

Seiring waktu, pola-pola motif batik tertentu tidak akan pernah dikenakan oleh orang umum. Sampai hari ini, motif yang dikenakan abdi dalem tidak pernah dikenakan oleh orang luar keraton.

Inilah beberapa jenis batik menurut sumber dari Winotosastro, generasi keempat pengrajin batik di Yogyakarta.

Motif Ceplok

Ceplok masuk kategori yang mencakup berbagai desain geometris. Biasanya berbentuk bunga mawar melingkar, bintang atau bentuk kecil lainnya yang membentuk pola simetris secara keseluruhan pada kain.

Motif ini sering dipakai untuk upacara pernikahan, pola pada kain batik melambangkan bersatunya pernikahan yang harmonis, memiliki anak, keberuntungan, dan kebahagiaan.

Motif Kawung

Kawung adalah salah satu desain tertua, dan disediakan untuk keluarga kerajaan. Ini merupakan penampang melintang (irisan) dari buah aren atau pohon palem, dan beberapa mengatakan menyilang di antara empat oval mengacu pada sumber energi yang universal.

Meskipun ada banyak variasi, struktur dasar motif ini adalah kelompok empat lingkaran atau oval hampir menyentuh satu sama lain, diletakkan di atas kain dengan desain simetri geometris.

Motif Parang

Kadang-kadang orang di luar Jawa menyebutnya sebagai keris atau pola pedang. Namun, orang Jawa menyebut motif parang sebagai lidah api.

Parang adalah salah satu motif batik dengan garis diagonal paralel yang kuat. Ada ratusan variasi, dari motif kecil berbentuk Parang Klithik dengan dimensi 2 cm dan Parang Barong dengan dimensi motif 8 cm atau lebih.

Parang Barong

Di masa lalu, Parang Barong adalah pola suci yang hanya dikenakan oleh raja. Motif mengingatkannya untuk menjaga dirinya sendiri dengan hati-hati sehingga ia akan menjadi penguasa yang bertanggung jawab, jujur dan adil.

Parang Rusak

Bentuk lain dari desain Parang yang dikenakan oleh keluarga kerajaan pada acara-acara kenegaraan. Parang Rusak melambangkan perjuangan internal manusia melawan kejahatan dengan mengendalikan keinginan mereka begitu bijaksana, dan dengan akhlak mulia yang membuat mereka akan menang.

Motif Lereng

Desain ini mengacu pada baris diagonal di antara motif parang. Selain itu, banyak pola hanyalah deretan garis diagonal sempit dengan seluruh rangkaian pola kecil. Motif Udang Liris, salah satu pola lama yang disediakan untuk istana kerajaan.

Udang Liris atau hujan ringan melambangkan kesuburan, harapan untuk kemakmuran, tekad, untuk memiliki keberanian untuk melaksanakan apa yang penting bagi bangsa dan rakyatnya.

Motif Nitik

Motif Nitik adalah salah satu pola batik tertua dan diilhami oleh kain tenun motif patola yang dibawa oleh pedagang dari Gujarat, India. Desain geometrik dibuat dengan titik-titik kecil dan garis meniru kain tenun asli.

Motif Truntum

Motif ini biasanya dipakai oleh orangtua dari pasangan pengantin dalam sebuah acara adat pernikahan.

Motif Semen

Semen, berdasarkan kata 'semi' yang berarti bersemi atau tumbuh, adalah pola non-geometris yang terinspirasi oleh alam. Umumnya kain akan dipenuhi dengan bergaya batang, bunga, daun, pegunungan, dan hewan. Desain ini masuk kelompok untuk keluarga terpandang pada acara khusus, serta bisa juga digunakan oleh orang-orang umum sehari-hari.

Motif Semen Garuda, pesona mistis burung dalam mitologi Hindu, yang dilakukan Wisnu melalui langit, sering digambarkan dalam desain Semen dengan tunggal, atau sepasang sayap (Lar) atau sayap dan ekor (Sawat).

Sering dikaitkan dengan pola Semen, bentuk sayap juga ditemukan dengan motif Parang dan Ceplok.

Motif Isen

Mengisi pola yang disebut Isen merupakakan karakteristik batik di Indonesia, terutama Jawa. Secara halus diberikan dalam garis lilin, desain ini kecil menambahkan kedalaman dan keindahan yang harmonis pada kain secara menyeluruh.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya