PILIHAN yang tersedia untuk wanita dalam berpenampilan, sangatlah bervariasi. Kaum Hawa bisa bergaya feminine, girly, dan sangat perempuan. Tetapi di satu sisi, kaum Hawa juga bisa bergaya maskulin seperti laki-laki namun tetap bisa terlihat feminin di saat yang bersamaan, dengan kata lain ialah bergaya androgyny.
Fashion androgyny adalah menyeimbangkan tampilan yang maskulin dan feminin. Gaya androgyny adalah hasil dari permainan antara kontras dan simetris, alias minimalis. Dengan keyword prinsip utama less is more, yaitu tidak perlu mengenakan banyak aksesori atau outfit yang rumit dan berlebihan.
Kemeja berkancing depan, oversized sweaters, tank tops, tuxedos, dan setelan suits dengan pilihan warna-warna netral jadi pilihan atasan yang pas untuk bisa tampil androgyny. Harus diingat adalah, bergaya androgyny bukan berarti kita sebagai wanita menjadi tampil semrawut dan seadanya dengan outfit simpel. Justru karena pilihan atasan androgyny ini berpotongan simpel, maka harus diperhatikan detail-detail yang lain contohnya soal jahitan dan desain dari outfit itu sendiri.
Untuk permainan aksesori misalnya, jika ingin bergaya androgyny maka pilihlah misalnya topi yang mewakili gaya maskulin dan feminin seperti topi fedora, ranch hat, topi baseball, dan beanies adalah contoh aksesori yang pas dan ideal. Lalu bisa juga mengenakan jam tangan pria yang akan terlihat menawan saat disandingkan dengan gelang-gelang yang bergaya feminin. Penggunaan dasi kupu-kupu, suspenders, atau tas berjenis tote bag dan structured bag sangat membantu untuk bisa tampil bergaya androgyny sekaligus stylish.
Sedangkan untuk alas kaki, banyak gaya yang bisa dipilih para kaum Hawa saat ingin bergaya androgyny minimalis. Sepatu berjenis oxfords, loafers, sepatu keds Converse, sandal slip-on, hingga Birkenstocks adalah alas kaki sempurna yang bisa dipilih untuk terlihat androgyny. Alas kaki model apapun sebetulnya bisa dikenakan, selama tidak terlalu girly dan bling-bling. Sebagaimana dikutip Glamradar, Selasa (27/9/2016).