Tantangan Itang Yunasz Bawa Modest Wear ke Rusia

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis
Jum'at 09 September 2016 16:47 WIB
Koleksi Itang Yunasz dengan tema Sawunggaling
Share :

MODEST wear di Indonesia yang kian berkembang membantu para desainer untuk terbang ke mancanegara. Salah satunya adalah Itang Yunasz, yang baru saja bertolak ke Moskow, Rusia, menghadiri ajang Collection Premiere Moscow yang berlangsung di Expocentre Moscow pada 31 Agustus – 3 September 2016 lalu.

Dalam sebuah acara di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, kemarin, Itang Yunasz mengungkapkan tantangannya dalam menembus pasar Rusia. Apakah itu?

Menurut desainer yang telah berkiprah di dunia mode Tanah Air sejak 1981 ini, tantangan atau kesulitan tidak dihadapinya dalam proses pembuatan produksi busana. Tantangan tersebut mulai muncul sebelum keberangkatannya menuju Moskow.

“Kesulitannya justru saat sebelum keberangkatan karena tidak bisa dipungkiri membutuhkan sponsor yang dapat mengurusi segala hal termasuk akomodasi. Dan, untungnya kami ada backing perusahaan manufaktur tekstil yang menyediakan kebutuhan ekspor-impor. Jadi, saat pameran pun saya tinggal duduk, mereka yang akan membantu proses transaksi, saya pun cukup menceritakan koleksi busananya,” tutur Itang Yunasz dalam talkshow Kenal Lebih Dekat di Alun-Alun Indonesia, Grand Indonesia West Mall, Jakarta Pusat, kemarin.

Menurut Itang, Rusia menjadi pasar potensial bagi desainer yang mengusung karya modest wear dibandingkan dengan kota-kota mode lainnya, seperti Italia dan Paris. Apalagi penduduk Muslim di Rusia telah mencapai 25 juta jiwa.

"Kalau saya bikin baju yang bukan modest wear mungkin bisa dipamerkan di Milan atau Paris Fashion Week. Tetapi, kan saya tidak bermain di situ, Rusia menjadi salah satu negara yang potensial. Apalagi orang sana juga tahu tentang Indonesia, mereka pun tahu dengan sosok Bung Karno," tutur pria berusia 57 tahun itu.

Keterlibatan Itang Yunasz dalam ajang Collection Premier Moscow di Rusia memberikan harapan tersendiri. Di mana Itang berharap nantinya akan ada desainer Indonesia lainnya yang bisa menembus pasar internasional.

“Semoga ke depannya ada desainer lain yang berpartisipasi di ajang seperti ini dan tahu busana apa yang cocok untuk dibawa. Desainer Indonesia itu banyak sekali, hanya mereka mungkin kesulitan melangkah karena tidak adanya perusahaan yang backing ekspor-impor itu sendiri,” tandasnya.

(Silvia Junaidi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya