BUAH zakar yang jumlahnya dua di area kelamin laki-laki tidak selalu terlihat serupa. Posisi atau bentuk buah zakar yang tidak sama atau asimetris umumnya adalah hal normal. Ini termasuk ketika testis sering terlihat naik turun.
"Kalau yang sering dokter perhatikan, buah zakar itu rata-rata memang tidak sama atau asimetris. Ada satu yang lebih rendah atau naik. Tapi ada saja yang ketakutan, padahal itu normal," kata ahli urologi, dr Gideon Tampubolon, SpU, saat ditemui Okezone, di Jakarta, Kamis (8/9/2016).
Namun perubahan seperti pergerakan naik turun testis di kantong buah zakar (skrotum) yang sering bisa jadi karena kondisi khusus yang disebut retraktil testis. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak laki-laki sebelum pubertas dan tidak memiliki gejala yang berarti.
"Kalau testis suka naik-turun itu bisa karena retraktil testis. Tapi itu bukan sesuatu yang berbahaya. Terkadang hanya karena faktor bawaan saja," kata dr Gideon.
Namun demikian, retraktil testis juga bisa membuat buah zakar rentan alami torsion testis atau testis terpelintir. Torsion testis adalah keadaan di mana pembuluh darah atau tali buah zakar terpelintir karena pergerakan otot di sekitarnya yang terlalu aktif menggerakkan testis.
"Torsion testis yang parah bisa membuat aliran darah tidak lancar dan membuat jaringan yang tersumbat mati. Ini biasanya akan terasa sakit sekali," imbuhnya.
(Helmi Ade Saputra)