KULINER sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari industri pariwisata. Bahkan posisinya, kuliner kini menjadi penggerak ekonomi daerah nomor 2 setelah industri fashion sebagai daya tarik wisata di Tanah Air.
Melihat industri pariwisata yang terus berkembang pesat. Industri kuliner di Tanah Air pun demikian, bahkan potensinya bisa dikatakan cukup besar.
Terlebih pada bisnis oleh-oleh makanan yang kian diminati. Pasalnya masyarakat Indonesia punya satu kebiasaan jika berkunjung ke suatu daerah, akan terasa kurang lengkap jika tidak membawa oleh-oleh (makanan) khas dari daerah yang dikunjungi.
"Potensi bisnis oleh-oleh di Indonesia cukup tinggi. Bayangkan, kita terdiri dari 34 propinsi, ragam budaya dan jumlah masyarakat dan daya beli masyarakartnya juga tinggi. Peluangnya cukup besar," ucap Chef Rahmat Kusnedi, Pastry Chef sekaligus President of Indonesia Pastry Alliance dalam konferensi pers Kompetisi Blue Band Master Oleh-Oleh di Jakarta, Kamis (8/9/2016).
Potensi besar akan bisnis oleh-oleh tersebut dapat terlihat banyaknya pelaku bisnis pastry dan bakery yang terus bermunculan. Bahkan posisinya kini dapat berkontribusi bagi sektor pariwisata dan perekonomian di Tanah Air.
Pada 2015 saja, tercatat pertumbuhan sektor pariwisata dimana kuliner juga termasuk di dalamnya meningkat sekira 7,2 persen.
Dari survey yang dilakukan Kementerian Pariwisata pada 2016, sekira 98 persen wisatawan masyarakat selalu membeli oleh-oleh ketika berlibur ke suatu daerah.
Tentu hal tersebut menjadi kabar gembira dan dapat membuka peluang baru bagi para pelaku bisnis kuliner oleh-oleh (makanan) di Indonesia. Bila industri ini terus dikembangkan maka sektor pariwisata daerah tersebut dapat berkembang, dan dampak perekonomian akan lebih baik.
"Kini semakin banyak industri pastry dan bakery terus bermunculan menawarkan beragam jenis oleh-oleh dengan keunikan dan cita rasa khas Nusantara," pungkasnya.