SUKSES Elidawati membangun bisnis hijab memang tidak secara instan, namun melewati proses yang panjang. Terlebih lagi Elidawati terus menciptakan ide-ide baru yang selalu fresh, sehingga berhasil menciptakan karya yang indah.
Dewasa ini, tren busana Muslim sangat berkembang pesat di Tanah Air. Hal tersebut membuka peluang bisnis baru di bidang busana Muslim, termasuk hijab yang kian diminati.
Begitu banyak brand busana Muslim dan hijab bermunculan. Namun, ada satu pemain lama yang tetap bersinar dalam bisnis ini, seperti Elhijab.
(Elidawati bersama Dubes RI untuk Inggris, Rizal Sukma)
Berbekal pengalaman lebih dari 20 tahun bergelut di bidang fesyen Muslim, Elidawati, pemilik Elhijab, bertekad memulai usaha di bidang ini. Kini bisnisnya pun semakin menggurita.
Elhijab sudah memiliki sekira 180 toko resmi yang tersebar di seluruh Indonesia. Seperti apa perjalanan Elidawati dalam membangun bisnis hijab dan busana Muslim di Tanah Air, berikut ini kutipan wawancara eksklusifnya bersama Okezone.
Kesuksesan Elhijab sampai saat ini begitu cepat diraih, bahkan di setiap daerah di Indonesia sudah banyak cabang. Apa strategi bisnis yang Anda lakukan selama ini hingga meraih capaian itu?
Sebetulnya sederhana saja, saya menjalankan bisnis ini dengan semangat kebersamaan dan sinergi dengan berbagai pihak untuk saling memajukan satu sama lain menjadi salah satu implementasi itu.
Sebelum merintis bisnis sendiri, Anda pernah pula berkarier di bidang yang sama. Apa yang melatarbelakangi Anda untuk berkarier secara mandiri, bisa ceritakan awal mulanya dalam membangun Elhijab?
Niat awal saya adalah ingin bisa bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya umat. Saya merasa di usia saya waktu itu masih bisa produktif. Jadi dengan berbekal pengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang fesyen Muslim, saya bertekad untuk memulai usaha dan membentuk tim yang akan men-support nantinya.
Dan awalnya, saya hanya ingin berjualan kerudung, saya melihat ada celah dalam pasar yang belum disentuh siapa pun dan potensinya besar. Terbukti setelah berjalan beberapa waktu, permintaan pasar sungguh di luar dugaan dan sambutannya luar biasa.
Sekalipun tidak asing dengan bisnis hijab, apa tantangan yang Anda dirasakan saat awal mula membangun bisnis hijab?
Tantangannya, membentuk tim yang solid dan menyediakan produk yang cukup jumlahnya, serta sesuai dengan permintaan konsumen.
Bisnis hijab di Indonesia semakin menjamur. Apa yang harus dilakukan agar bisnis tetap survive, bahkan menjadi leader di bisnis ini?
Selalu belajar, mengevaluasi diri agar bisa lebih baik lagi ke depan, tidak berhenti mencari ide-ide segar dan baru. Bagi kami, adanya pemain-pemain baru bukan merupakan saingan atau ancaman, tetapi justru kami gembira karena hijab makin berkembang dan semoga bersama-sama kita bisa memajukan industri busana Muslim Indonesia, serta bisa memiliki brand yang dibanggakan oleh rakyat Indonesia.
Bagaimana pandangan Anda tentang prospek usaha hijab ke depan di Indonesia. Langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan oleh para pemula jika ingin menyeriusi usaha hijab?
Prospek usaha hijab masih menjanjikan, karena sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan kebutuhan yang wajib, sehingga permintaan akan selalu ada. Untuk para pemula, saya sarankan tetapkan dulu akan fokus di sektor apa dalam industri ini, apakah di produksi atau pemasaran? Karena dua hal ini akan sangat berbeda pada proses bisnis nantinya dan jangan pernah lupa untuk selalu ingat konsumennya, berdiri di pihak mereka untuk melihat dan mengevaluasi bisnis.
Mengenai market Indonesia dan luar negeri, mana yang lebih menjanjikan? Seperti apa selera fesyen masing-masing terkait kebutuhan hijab?
Keduanya sama menjanjikan, tetapi memang harus dengan cara yang sedikit berbeda, terutama dalam hal strategi penjualannya. Memasuki pasar internasional, kita harus persiapkan sebaik-baiknya kualitas produk dan terbuka dengan semua alternatif-alternatif baru dalam bidang penjualan. Untuk selera fashion-nya, kami melihatnya sebagai kebutuhan mendasar dan tetap dengan gaya kami yang terkenal simpel, less detail, dan ready-to-wear (siap pakai). Selera pasar sangat dipengaruhi lingkungan tempat kosumen tinggal, tetapi ada satu hal paling tidak yang bisa ditarik sama, yaitu selera pakaian yang simpel dan ready–to-wear.
Agar bisnis terus berkembang, inovasi dan kreativitas tidak boleh berhenti. Lantas, inspirasinya dari mana saja Anda bisa menciptakan karya-karya indah dan selalu berbeda?
Inspirasi didapat dari mana saja, dari sekitar kita. Asalkan selalu punya pikiran terbuka, jadi pendengar yang baik, mengamati dengan saksama kejadian-kejadian di sekitar kita, dan tidak lupa juga rajin browsing, baik website khusus tren, maupun brand-brand terkemuka.
Soal tren hijab, apa memang harus mengikuti atau Elhijab mempunyai tren sendiri yang menjadi identitas?
Tren tidak perlu harus selalu diikuti, ini kembali lagi kepada konsumen. Kita malah harus rajin survei mengenai konsumen. Yang pasti setiap season (tiga kali setahun) untuk Elhijab arahannya didapat dari berbagai sumber, tidak menerima mentah-mentah apa yang dianjurkan oleh para trend forecaster. Elhijab tidak memiliki identitas khusus soal tren. Jika memang dianggap sebagai tren, karena kami hanya berkeinginan selalu harus ada sesuatu yang baru di setiap koleksi kami.
Terkait kreativitas busana Muslim, bagaimana posisi desainer Indonesia dan luar negeri?
Belum banyak desainer Indonesia, apalagi yang rancangan busana Muslim-nya dikenal di dunia. Padahal karya-karya mereka tidak kalah dengan desainer luar yang berkecimpung di busana Muslim. Kita punya sumber inspirasi yang tak terhingga banyaknya, tidak hanya hasil karya kerajinan, budaya, tetapi juga alamnya. Kreativitas harus terus diasah dan konsisten. Dan mulailah untuk merancang busana-busana yang lebih ready-to-wear karena lebih mudah untuk beradaptasi dengan segala bentuk budaya mancanegara. Kita harus bisa menjadikan Indonesia pusat mode fesyen Muslim dunia dan peran desainer sangat diperlukan demi terwujudnya cita-cita ini.
Tidak lama lagi Indonesia berusia 71 tahun. Apa pesan Anda untuk generasi muda agar bisa membanggakan Indonesia dan sukses ke depan?
Harus berani mencoba, kita tidak pernah tahu apakah suatu ide itu berhasil atau tidak jika kita tidak pernah melakukannya untuk dikembangkan. Jika punya ide segera wujudkan, bagaimanapun caranya, jika berusaha pasti ada saja jalannya. Ke mana pun dan di mana pun kelak kalian berada, jangan pernah lupakan roots kalian, yaitu Indonesia dengan budaya dan alam yang kaya dan penuh inspirasi.