BULU babi banyak terlihat di pesisir laut atau di laut dangkal. Hewan laut dengan bentuk yang unik ini ternyata punya daging yang bisa dimakan. Belum banyak yang tahu karena sumber protein ini sulit ditemui.
Daging bulu babi dikenal dengan sebutan uni dan banyak masyarakat yang menganggap ini sebagai makanan eksotis. Bukan rasa yang dicari dari uni tapi manfaatnya terhadap kesehatan, beberapa orang bahkan menganggap uni sebagai salah satu afrodisiak. Dilansir dari FoodandWine, Jumat (12/8/2016) Berikut keunikan bulu babi atau uni.
Bulu babi dapat ditemukan di seluruh laut di dunia tapi sulit untuk dipanen. Kebanyakan bulu babi memiliki daging uni yang kecil dan kurang enak jika disajikan sebagai makanan. Belum lagi uni akan hancur jika ukurannya terlalu kecil, pasalnya teksturnya sangat lembut dan dikhawatirkan akan hancur selama proses pengemasan dan pendistribusian.
Dalam satu ekor bulu babi, ada lima strip daging uni yang umumnya memiliki warna oranye kekuningan. Bentuknya pipih seperti lidah dengan tekstur yang sangat lembut.
Yang membuat uni dibanderol dengan harga tinggi adalah proses panen dan pembersihan yang rumit dan butuh ketelitian. Uni selalu dijual dalam keadaan segar dan sulit ditemui di toko atau swalayan. Uni segar memiliki ciri warna yang terang dan cerah namun tidak mengeluarkan cairan yang banyak.
Uni adalah makanan yang biasa jadi santapan segar para penyelam. Mereka biasa menangkap bulu babi dan mengambil langsung dagingnya dan disantap langsung dalam keadaan segar.
Di Korea, bulu babi dipanen oleh para perempuan dengan bermodalkan alat bantu nafas sederhana dan sebatang tongkat pisau. ‘perempuan laut’ atau biasa disebut Haenyo menyelam sedalam 50 kaki ke dalam laut untuk mengumpulkan bulu babi, abalone, rumput laut dan kerang untuk dijual.
Selama ini uni banyak dikonsumsi sebagai salah satu suguhan sushi. Di Jepang, uni banyak diminati tapi hanya sedikit restoran yang menyediakan uni dalam daftar menunya.
(Renny Sundayani)