ASI adalah makanan pertama anak yang lebih unggul daripada susu formula dan makanan lain. Setelah diberikan secara eksklusif selama enam bulan, melanjutkan menyusui sampai dua tahun sangat disarankan. Mengapa?
Disampaikan dr Utami Roesli, SpA, IBCLC, FABM, Founder Sentra Laktasi Indonesia (Selasi), usia sampai dua tahun adalah waktu yang krusial bagi tumbuh kembang anak, terutama di bagian otak.
"Kalau anak dikasih ASI sampai usia dua tahun atau lebih, di mana angka lompatan pertumbuhan otak sangat drastis, maka 80 persen sel otak sudah tumbuh. Jadi kalau tidak diberi asi eksklusif maka pertumbuhan sel otak akan landai dan nggak bisa ke atas," jelasnya dalam seminar Pekan ASI Sedunia, di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Sabtu (6/8/2016).
Meski anak sudah bisa mulai diperkenalkan makanan lain setelah ASI eksklusif, melanjutkan program menyusui masih akan membantu memenuhi gizi yang dibutuhkan anak. "Mengonsumsi ASI hingga 2 tahun juga masih dapat memenuhi kebutuhan anak seperti protein, vitamin A, vitamin C," imbuh dr Utami.
Studi lain juga menemukan manfaat pemberian ASI melalui menyusui langsung sampai usia dua tahun. Tubuh bayi akan mendapat serotonin yaitu zat anti-stres yang banyak dibentuk dalam 2 tahun pertama kehidupan si bayi. Zat anti-stres ini akan masuk ke dalam tubuhnya yang membuat anak menjadi tidak mudah stres, depresi, dan berisiko alami gangguan mental saat dewasa.
(Helmi Ade Saputra)