Bayi Menyusu dengan Dot Bisa Turunkan Produksi ASI

Dewi Kania, Jurnalis
Jum'at 05 Agustus 2016 15:30 WIB
Ilustrasi (Foto: Telegraph)
Share :

BANYAK ibu bekerja yang tetap berusaha memberikan ASI kepada bayinya. Umumnya, mereka menggunakan botol dot yang diisi dengan ASI perah.

Moms, cara ini sebenarnya tidak dianjurkan sejak lama. Karenanya, dapat memicu risiko yang merugikan ibu dan bayi, seperti halnya menggagalkan keberhasilan menyusui.

Konselor Laktasi Nia Umar mengatakan, bayi yang sering menyusu dengan botol dot tidak hanya berisiko mengalami istilah bingung puting. Lebih dikhawatirkan lagi, produksi ASI bisa menurun karena puting ibu jarang disedot langsung oleh bayinya.

"Kalau banyak ASI dikeluarkan, semakin banyak juga ASI yang diproduksi," katanya saat berbincang dengan Okezone di kediamannya, kawasan Pasar MInggu, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Dia menambahkan, jika seorang bayi minum ASI perah menggunakan dot, juga berisiko menurunkan produksi ASI. Karenanya, tidak ada rangsangan langsung yang diterima ibu untuk memproduksi susu ajaib ini.

"Banyak ibu-ibu yang bilang ASI-nya kering dan enggak mau menyusui lagi. Padahal penyebabnya ternyata bayinya lebih suka minum dengan teknik dot, ketimbang menyedot puting. Secara tidak langsung, ini juga menyebabkan produksi ASI menurun," tambah ibu tiga anak ini.

Maka sebagai pengganti dot, wanita yang juga berprofesi sebagai pembina Ikatan Konselor Menyusui Indonesia ini lebih menyarankan menggunakan gelas kecil atau pipet saat memberikan ASI perah kepada buah hati Anda. Cara ini lebih aman dan tidak mengakibatkan bayi bingung puting.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya