Jelang Lebaran, setiap daerah miliki tradisi yang melekat termasuk Pontianak. Disini, akan diramaikan pesta Meriam Karbit.
Meriam karbit dibuat dari batang pohon kelapa yang diisi dengan karbit dan ditembakkan pada malam takbir di sepanjang sungai Kapuas Pontianak.
Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pontianak bekerja sama dengan Forum Meriam Karbit Pontianak mulai membuka pendaftaran peserta lomba Festival Meriam Karbit.
“Syaratnya minimal satu peserta memiliki lima buah meriam karbit yang terbuat dari kayu atau balok,” jelas Kepala Disbudpar Kota Pontianak, Hilfira Hamid, Minggu (17/06/2016).
Tahun ini, Kecamatan Pontianak Timur terpilih sebagai tuan rumah pelaksanaan Festival Meriam Karbit. Penentuan tersebut setelah melalui pencabutan undian yang dilakukan oleh panitia.
Sedangkan untuk persyaratannya, peserta yang mengikuti festival ini mesti memiliki minimal lima buah meriam dari kayu. “Meriam itu harus terbuat dari kayu sebab di situlah letak nilai budayanya,” ungkapnya.
Sekretaris Forum Meriam Karbit, Bari Silmon menyatakan kesiapan pihaknya dengan mendirikan posku utama yang berlokasi di Gang Muhajirin Kecamatan Pontianak Timur.
Persiapan tersebut mulai dari akses masuk, pengamanan dan lainnya. Di posko tersebut, akan ada enam meriam yang disiapkan.
“Untuk jalur lalu lintas kita terapkan sistem buka tutup di Gang Muhajirin dan hanya satu arah. Warga setempat akan turut berpartisipasi,” imbuhnya.
Untuk pendaftaran peserta sudah dimulai dan berakhir pada 25 Juni mendatang. Tiap-tiap peserta yang mengikuti festival ini minimal mengikutsertakan lima buah balok meriam.
(Johan Sompotan)