MANFAAT bulan Ramadan tidak hanya menahan lapar dan dahaga. Tetapi juga menahan segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa, seperti amarah. Lantas, apa yang harus dilakukan?
Ramadan adalah bulan yang penuh berkah bagi umat Muslim. Karena itu, banyak orang berlomba-lomba untuk menjalankan ibadah dengan baik. Termasuk menghindari hal-hal yang bisa membatalkan puasa, seperti menahan amarah.
Dalam tayangan Dahsyat hari ini, Ustadzah Lulu mengungkapkan, salah satu cara mengatasi amarah di bulan suci Ramadan dengan beristighfar berulang kali.
“Amarah itu datangnya dari setan. Setan datangnya dari api neraka. Jadi, menahan amarah yang baik dengan beristighfar. Beristighfar adalah salah satu cara menahan amarah di bulan suci Ramdan,” tutur Ustadzah Lulu di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (10/6/2016).
Saat berpuasa, kita terkadang dihadapkan pada kondisi yang tidak mengenakan. Tidak jarang jika sampai lepas kendali alias marah.
Ustadzah Lulu menambahkan bahwa Rasulullah SAW beristighfar setiap hari sebanyak 70 kali. Hal itu membantu amarah terkendalikan.
“Rasulullah SAW mengucapkan istighfar selama 70 kali dalam sekali. Sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW, istighfar bisa dilakukan 70 kali atau lebih, bahkan bisa dilakukan dengan jumlah yang tidak terhitung. Selain menahan amarah, memperbanyak istighfar akan mendatangkan manfaat di dunia dan akhirat,” kata Ustadzah Lulu.
(Tuty Ocktaviany)