KANKER merupakan penyakit yang mengancam kesehatan manusia hingga menyebabkan kematian. Salah satunya adalah kanker payudara yang mengancam para wanita.
Berdasarkan data dari Organisask Kesehatan Dunia (WHO), kanker payudara terbilang sebagai penyakit dengan persentase tertinggi di dunia, sebesar 40,3 persen. Sedangkan, persentase kematian akibat kanker payudara sebesar 16,6 persen.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa kanker payudara terbagi menjadi 2 kategori, yaitu invasif dan non-invasif.
Kanker invasif
Kanker payudara ini berkembang pada sel-sel pembentuk saluran payudara. Jenis kanker ini luar payudara. Biasanya gejala kanker ini bisa teraba dengan benjolan.
Kanker non-invasif
Gejala kanker kategori ini tidak bisa terdeteksi secara kasat mata atau melalui perabaan. Kanker payudara non-invasif biasanya dapat dideteksi dengan melakukan mamografi. Kondisi ini biasa disebut pra-kanker.
Gejala kanker biasa dapat dideteksi dengan SADARI (Periksa Payudara Sendiri). Sering kali benjolan yang teraba di sekitar payudara tidak menimbulkan rasa nyeri. Selain itu, terdapat perubahan tekstur kulit para penderita, misalnya permukaan kulit mulai mengeras seperti kulit jeruk. Ada pun luka yang tak kunjung sembuh dan terdapat cairan yang keluar dari puting.
Jika terjadi demikian, alangkah baiknya untuk segera memeriksakan ke dokter spesialis.
(Helmi Ade Saputra)