MELIHAT kesuksesan Tour de Flores 2016, membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya menetapkan agenda internasional tahunan pariwisata Indonesia.
"Kita sudah punya kalender yang besar, seperti Jakarta Marathon, Borobudur Marathon, Bali Marathon dan diikuti oleh marathon yang lain di banyak daerah. Jika ini dilangsungkan di destinasi wisata, akan mendapat banyak benefit. Media ekspose-nya besar, media value-nya besar, destinasinya terkenal, masyarakatnya juga terhibur, gratis buat masyarakat. Oleh karenanya saya menetapkan Tour de Flores masuk ke dalam agenda tahunan pariwisata Indonesia," jelas Menteri Pariwisata Arief Yahya, Senin (23/5/2016).
Menurutnya, sport tourism menjadi salah satu andalan untuk memperkenalkan 10 Top Destinasi pariwisata prioritas.
"Olahraga yang ada unsur fun memperlihatkan keindahan alam, dan diminati banyak peserta mancanegara, seperti cycling, marathon, half marathon, 10K, triathlon, golf, dan segala modifikasinya," paparnya lagi.
Saat Tour de Flores 2016, Menpar Arief bertemu puluhan reporter dan fotografer dari China, ada Xinhua, CNS, CCTV, media dari Hongkong, Shenyang, Shanghai, dan lainnya.
"Mereka exciting melihat alam, sepanjang race dari Larantuka ke Labuan Bajo. Mereka pasti membuat laporan di media yang dibaca oleh orang-orang Tiongkok," tukasnya tersenyum.
(Johan Sompotan)