PARIWISATA Indonesia perlahan ditakuti dunia, tak hanya segi keindahan melainkan dari sisi peningkatan pariwisata juga diperlihatkan.
Indonesia kian serius mempromosikan potensi wisatanya di mata dunia internasional. Bersama dengan Kementerian Pariwisata, berbagai daerah di Indonesia telah mendapat perhatian khusus dari Kemenpar untuk dikembangkan potensi wisatanya.
Sebut saja Danau Toba yang berada di Sumatera Utara dan Wakatobi yang ada di Sulawesi Tenggara. Kedua obyek wisata tersebut masuk dalam program yang dibentuk oleh Kemenpar yaitu, 10 Destinasi Bali Baru Indonesia.
Pemilihan nama tersebut disebabkan karena wisatawan mancanegara hanya mengetahui Bali sebagai satu-satunya destinasi liburan di Indonesia.
Bukan rahasia lagi jika Bali merupakan salah satu obyek wisata yang paling banyak mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara.
Yang ingin ditekankan Kemenpar pada program ini adalah masih banyaknya daerah lain di Indonesia yang memiliki keindahan yang tak kalah cantik dengan Bali.
Oleh sebab itu Kemenpar memprioritaskan program ini sebagai alat untuk menarik perhatian wisman. Hasil positif dari program ini sudah terlihat jelas seperti yang dipaparkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.
“Ranking Pariwsisata kita sudah sudah sangat bagus. Kita sudah mengalahkan Thailand dan Malaysia. Wonderful Indonesia kita ranking 47, Amazing Thailand ranking 83 dan Truly Asianya Malaysia ranking 96” ujar Menteri Pariwisata, Arief Yahya saat melakukan wawancara eksklusif dengan Okezone di Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Selasa (16/5/2016).
Prestasi yang diperoleh Kementerian Pariwisata ini tak luput dari upaya promosi yang mereka lakukan dengan sangat gencar. Beberapa strategi pemasaran seperti menggunakan endorser selebriti dinilai sangat berpengaruh dalam peningkatan pariwisata Indonesia.
“Dari hasil pemasaran untuk tahun 2015, pariwisata kita mengalami peningkatan hingga tembus sampai 10,3%, Malaysia mines 15 %, Singapura hanya tembus 1%. Kalau dirata-ratakan di tingkat ASEAN, pariwisata kita mengalami peningkatan sebanyak 5%, sedangkan di dunia kita tembus di angka 4%” tutupnya.
(Johan Sompotan)