“Memang lebih praktis. Tapi kalau di gunung segalanya harus benar. Apa yang dibawa harus seimbang dengan apa yang dikeluarkan,” lanjut Didit.
Menurut Didit, saat ini banyak pendaki memiliki peralatan pendakian serbamahal. Bahkan dalam sekali mendaki, mereka bisa membawa perlengkapan mendaki seharga Rp10 juta.
Tetapi, menimbulkan keprihatinan saat mereka hanya mau membawa mi instan sebagai sumber makanan.
“Kita sering kritik pendaki yang peralatannya mahal-mahal, bisa sampai Rp10 juta. Tapi kalau cuma bawa mi instan, enggak banget,” tukasnya.(jjs)
(Santi Andriani)