Metamorphosis of Tanimbar

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis
Minggu 13 Maret 2016 15:21 WIB
Tenun Tanimbar (Foto: Annisa/Okezone)
Share :

INDONESIA kaya akan kain tradisional yang beragam. Salah satunya yang belum banyak dikenal orang adalah kain tenun Tanimbar, yang berasal dari Maluku Tenggara Barat.

Hari terakhir ajang IFW 2016, dibuka dengan pergelaran busana bertajuk 'Metamorphosis of Tanimbar'. Sesuai dengan temanya, pergelaran ini menghadirkan untuk olahan kain Tanimbar dari sejumlah perancang busana baik senior dan junior.

Untuk perancang busana senior diwakili oleh Itang Yunasz, Chossy Latu, Stephanus Hamy, Danjyo Hiyoji, Wieke Dwiharti, Poppy Dharsono, Gugus, dan Samuel Wattimena. Sementara, para perancang muda berasal dari kelompok Acak-acak LPTB Susan Budihardjo.

Mereka merancang khusus aneka busana dan pelengkap penampilan, seperti sepatu, tas, dan aksesori, dengan bahan dasar dari kain tenun Tanimbar sebagai materi dasar.

"Kain tenun Maluku Tenggara Barat baru hadir di dunia fashion karena memang posisi lokasi yang cukup jauh, sehingga tidak banyak terpakai dan diolah kainnya. Karena itu, dalam kesempatan ini kami para desainer baik senior dan junior mencoba mengolah kain Tanimbar untuk dikaryakan," papar Samuel Wattimena, dalam jumpa pers Metamorphosis of Tanimbar, Minggu (13/3/2016), di JCC.

Melalui pergelaran Metamorphosis of Tanimbar, para desainer menampilkan sejumlah busana yang mewakili pria dan wanita baik dewasa hingga remaja yang dapat dikenakan dalam keseharian. Untuk busana pria dewasa, salah satunya diwakili oleh Samuel Wattimena. Samuel menerjemahkan kain Tanimbar ke dalam blazer, kemeja, dan vest.

Sementara, busana wanita dewasa bisa dilihat melalui koleksi milik Poppy Dharsono dalam beberapa model long vest dominan warna merah. Stephanus Hamy, desainer lainnya juga merilis koleksi dengan warna kain Tanimbar yang terang melalui siluet seperti dress, outerwear, dan blazer.

Tidak hanya busana pria dan wanita dewasa, hadir pula koleksi busana perempuan dan laki-laki remaja. Untuk koleksi busana perempuan remaja, bisa menyontek gaya dari Acakacak by LPTB Susan Budihardjo dengan siluet ringkas, lurus, dan longgar dengan tambahan motif sablon, serta koleksi Danjyo Hiyoji untuk laki-laki remaja, yang banyak memainkan aksen tumpuk.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya