Merujuk atas reka bentuk rancangan motif – motif baru berdasar seni budaya etnik Nusantara dan motif motif yang harus dilestarikan dan menjadi pijakan dalam kreatifitas gubah motif baru berdasarkan seni budaya etnik Nusantara, khususnya seni wastra Nusantara.
Dunia fesyen Indonesia terus berkembang. Belakangan para desainer Indonesia mulai tertarik menampilkan gaya gaya etnik khas Indonesia.
Tetapi hal itu belum maksimal. Untuk menjaring konsumen, masih banyak desainer yang menghadirkan busana gaya Barat.
Melihat fenomena ini, Raizal Rais atau Boeyoung, perancang busana di era 90 an, merasa prihatin. Menurutnya warisan budaya Indonesia merupakan hal yang menarik bagi wisatawan dunia. Jika desainer mengubah gaya busana menjadi merek Eropa seperti Gucci, MaxMara, Louis Vuitton maka Indonesia tidak memiliki nilai lebih di mata luar negeri.
Hingga saat ini anggotanya telah mewakili 18 propinsi di Indonesia yakni: Aceh Darusalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Timur, Lombok, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Papua.
(Johan Sompotan)