BANYAK orang yang kesulitan mengubah pola makan dan aktivitas fisik untuk mengecilkan ukuran badan.
Solusi instan pun tersedia untuk membantu mengatasi masalah ini, seperti dengan operasi lambung atau yang disebut bariatric surgery.
Obesitas memang adalah masalah yang membahayakan jiwa, kata Dr Kan Yuk Man, konsultan senior bedah umum dari The Surgical Practice (TSP) Clinics di Singapura.
Kegemukan atau obesitas meningkatkan risiko diabetes 82 persen, hipertensi 70 persen, kolesterol 57 persen, tunjuknya.
“Tak hanya itu, orang yang obesitas juga meningkat risiko kematiannya dan panjang umurnya menjadi 10 tahun lebih singkat. Dengan demikian, kita harus lebih pintar mengatur makanan yang dimakan dan melakukan aktivitas fisik untuk menurunkan berat badan,” tambahnya saat berbicara dalam seminar awam di Jakarta, Sabtu (5/3/2016) lalu.
Menurut panduan Organisasi Kesehatan Dunia WHO, ukuran kelebihan kegemukan atau obesitas rata-rata masyarakat Asia adalah apabila indeks massa tubuh atau IMT (berat dibagi tinggi kuadrat) di atas angka 24. Sementara, IMT normal adalah antara 18,5 sampai 23,9.
Namun, ada opsi lain yang bisa dilakukan untuk menurunkan banyak berat badan dalam waktu cepat, yaitu dengan operasi lambung atau yang disebut bariatric surgery.
Opsi ini bertujuan untuk mengurangi asupan makanan dengan mengecilkan ukuran lambung dan meminimalisir penyerapan nutrisi. Penjelasan lebih lanjut mengenai dua metode opsi operasi tersebut dijelaskan oleh Dr Kan Yuk Man.
Gastric bypass surgery
“Cara operasi ini akan menyisakan sedikit bagian lambung dan memutuskannya dengan usus halus,” jelasnya. Cara ini dilakukan untuk membatasi pemrosesan dan penyerapan nutrisi yang biasanya berlebih. Dengan cara ini, berat badan dapat turun lebih cepat.
Gastric sleeve
kedua adalah metode gastric sleeve. Ini dilakukan dengan memotong sebagian ukuran lambung agar lebih kecil. Dengan demikian, orang akan makan lebih sedikit dan kenyang lebih cepat.
(Johan Sompotan)