”Pemandangannya indah, dan saya yakin lokasi ini akan menjadi jujugan pecinta alam yang lain. Hanya memang, perlu ada regulasi sehingga kerusakan alam bisa diminimalisir. Karena tidak menutup kemungkinan, banyaknya pendaki bakal menjadi pemicu kerusakan alam,” tutur Trenggono Adhi Wibowo, salah satu peserta rombongan, Sabtu (5/3/2016).
Keindahan Pegunungan Watu Jengger memang mulai dilirik para pecinta alam untuk pendakian. Malam itu, setidaknya ada enam pendaki gunung yang mencoba rute ini. Satu diantaranya merupakan pemuda Desa Rejosari yang memang akhir-akhir ini mulai mempromosikan keindahan Watu Jengger ke kalangan pecinta alam.
”Kami masih mencoba rute. Dan memang lokasinya cukup bagus. Bisa menjadi gunung alternatif untuk pendakian selain Gunung Penanggungan,” kata Angga, salah satu pendaki.
Pendakian di Pegunungan Watu Jengger tak hanya bisa dilakukan melalui jalur Nawangan. Kita juga bisa memulai pendakian dari jalur Rejosari, Kecamatan Jatirejo. Hanya saja, jalur ini butuh waktu tempuh yang lebih lama, tiga jam lebih. Namun menurut Angga, jalur alternatif ini juga menyuguhkan pemandangan yang tak kalah menarik.
”Watu Jengger sangat mungkin bakal menjadi gunung yang banyak dikunjungi pecinta alam. Banyak view menarik,” ungkap Angga
(Johan Sompotan)