KARIMUN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun bakal mengelola objek wisata di kawasan Gunung Jantan. Ada beberapa lokasi wisata yang menarik, salah satunya akan dibangun kebun binatang kecil (mini zoo) di sekitar Air Terjun Pongkar, Desa Pongkar, Kecamatan Tebing pada 2017 mendatang.
Bupati Karimun, Aunur Rafiq sengaja membawa Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Karimun Abu Bakar dan Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Syuryaminsyah, Camat Tebing Syahruddin dan Kepala Desa Pongkar Zahir untuk mengonsep perencanaan pembangunan kebun binatang itu. Rafiq meminta lahan datar sekitar dua hektar.
Pak Kades, apakah di sekitar air terjun ini terdapat lahan yang datar sekitar 2 hektar. Kalau tidak, minimal satu hektar untuk membangun kebun binatang itu. Kalau bisa lahannya berada tak jauh dari air terjun, sehingga masyarakat bisa menikmati keindahan air terjun sambil melihat-lihat isi kebun binatang," kata Rafiq, dikutip dari Haluankepri, Senin (29/2/2016).
Kades Pongkar yang tiba-tiba mendapat pertanyaan itu, menyebut lahan datar yang ditemukan di sekitar air terjun hanya sekitar setengah hektar, itupun harus dilakukan pemotongan lahan lagi. "Kalau dua hektar saya rasa tak ada pak. Kalau sekitar setengah hektar ada pak," ungkap Kades.
Karena posisi air terjun Pongkar berada di kawasan hutan lindung Gunung Jantan, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Menteri Kehutanan di Jakarta untuk meminjam pakai hutan lindung sebagai lokasi wisata seperti yang sudah dilakukan di kawasan wisata Tangkuban Perahu.
Rafiq menyebut, selain membangun kebun pihaknya juga akan membangun wahana outbond di sekitar air terjun Pongkar tersebut. Sehingga, para pelajar maupun instasi lain yang akan melakukan kegiatan outbond bisa dilakukan di Karimun. Pihaknya, juga akan menata objek wisata pendakian Gunung Jantan.
"Kami akan mengembangkan konsep wisata terpadu mulai dari wisata alam air terjun, pendakian Gunung Jantan, outbond dan kebun binatang. Wacana ini baru sebatas perencanaan. Nantinya, kami akan membentuk tim yang akan dipimpin oleh Kepala Dinas Pariwasata untuk mewujudkan rencana ini," kata Rafiq.
Menurutnya, penataan wisata alam di Karimun bertujuan untuk menambah sumber pendapatan asli daerah (PAD) Karimun dari sektor pariwisata. Dalam mewejudkan impian itu, Pemkab Karimun akan membuka kesempatan kepada swasta untuk bisa menjadi pihak ketiga dalam membangun destinasi wisata Karimun.
Untuk sementara kata dia, sebagai penarik minat wisatawan agar semakin ramai berkunjung ke Karimun, pemerintah daerah akan mengembangkan objek wisata air terjun yang semua mata air akan dibuatkan satu aliran saja sehingga air akan semakin deras.
Selain itu, untuk wisata lintas alam sampai ke puncak Gunung Jantan akan dibuatkan tangga penghubung, sebagai jalur lintasan atau petunjuk bagi pengunjung yang akan mendaki sampai puncak tertinggi. Dipuncaknya nanti akan dikelola dan dibuatkan Musholla serta tempat bersantai sejenak.
"Dipuncak tertinggi gunung jantan nanti akan kita sediakan teropong, sehingga pengunjung dapat melihat keindahan dan luasnya wilayah Kabupaten Karimun. Jika warga bisa melihat seluruh wilayah Karimun dengan teropong itu, maka diyakni orang tersebut akan memiliki umur panjang," ucap Rafiq.
Saat ini menurutnya lagi, kunjungan wisata di Karimun tergolong masih cukup baik setelah Batam dan Bintan. Beberapa hal memang perlu diperbaiki seperti pintu masuk di Karimun yakni pelabuhan. Kedepan memang perlu kesepakatan bersama agar daya tarik Karimun semakin meningkat.
"Jumlah penduduk kita masih sangat sedikit hanya berkisar 200 ribu jiwa lebih, berbeda dengan di batam yang mencapai satu juta jiwa dan disana banyak mall. Memang keberadaan mall pun menjadi salah satu daya tarik dan sampai saat ini di Karimun belum ada. Tapi kalau kita paksakan maka warung-warung kecil atau usaha kecil dari tangan kreatif masyarakat kita akan mati," ucap Rafiq mengakhiri.
(Amril Amarullah (Okezone))