5 Tipe Tamu Restoran yang Tidak Disukai Pramusaji

, Jurnalis
Jum'at 22 Januari 2016 20:15 WIB
Tamu tak disukai pramusaji restoran (Foto:Grivy)
Share :

MESKI Anda membayar dan ada idiom bahwa “Tamu adalah raja”, bukan berarti Anda berhak semena-mena. Perlu diingat juga, bahwa di saat bersamaan Anda adalah tamu di ruang makan publik.

Berikut beberapa tamu restoran yang tidak difavoritkan oleh pelayan. Apakah Anda termasuk ke dalamnya?

1. Tidak menghargai reservasi

Pada akhirnya, tidak muncul tanpa pembatalan atau datang terlambat? Bukan cuma kantor yang kesal dengan sikap tidak bertanggung jawab seperti ini, tempat servis seperti restoran pun bisa-bisa enggan menerima reservasi Anda lagi. Terlebih, di restoran-restoran yang memiliki daftar tunggu panjang.

2. “Ribut”

Ada bahkan banyak tamu lain yang harus dihormati haknya. Jadi, jangan mentang-mentang Anda sedang merayakan momen spesial, Anda merasa berhak melakukan apa saja. Sampai-sampai, bolak-balik memanggil pelayan seolah dia adalah pelayan pribadi meja Anda. Berulang kali minta pelayan mengambil foto juga lama-lama bisa mengesalkan, lho.

3. Kejam

Mungkin, makanan yang disajikan memang tidak sesuai ekspektasi dan pada akhirnya Anda kembalikan ke dapur. Tapi bukan berarti Anda berhak menggunakan kata-kata dan nada kasar bersifat menyerang kepada pelayan. Bagaimanapun, empati harus tetap dijaga. Dan seringnya, membicarakan masalah yang dihadapi dengan pihak yang lebih bertanggung jawab akan memberi hasil akhir sama-sama memuaskan.

4. Tidak percaya pada ahlinya

Anda sudah memilih untuk datang ke sebuah restoran daripada memasak sendiri di rumah, maka percayakan saja pada ahlinya. Kalau Anda meminta rekomendasi, namun kemudian malah memberikan tatapan tidak percaya dan kata-kata tidak mengenakkan suasana, lebih baik dari awal Anda tentukan sendiri apa yang mau dipesan. Atau lebih baik lagi kalau sudah mendapat rekomendasi dari kolega yang sudah pernah ke restoran tersebut sebelumnya.

5. Komplain di dunia maya secara berlebihan

Dunia maya yang sudah semakin terbuka memungkinkan segala hal. Namun seperti halnya di dunia nyata, yang Anda keluarkan sebaiknya tetap melewati saringan. Kalau sudah terlanjur marah-marah tidak pada tempatnya, tapi ternyata yang salah persepsi malah Anda, siapa ya yang malu?

(Santi Andriani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya