PEMASANGAN metode kontrasepsi jangka panjang dinilai paling efektif untuk menunda kehamilan, salah satunya spiral atau IUD. Metode Keluarga Berencana (KB) pemasangan spiral ini menjadi pilihan utama bagi wanita yang tidak ingin hamil.
Tentu saja selain tidak memiliki maintanance yang ribet, spiral ini tidak berpengaruh dengan kinerja hormon pada sistem reproduksi wanita.
“Spiral paling banyak diminati untuk wanita, karena itu hanya membutuhkan sekali proses dan dapat bertahan selama kurang lebih 10 tahun. Pemakaian ini juga tidak memiliki maintanance yang ribet setelah pemasangan,” jelas Anash sebagai bidan di Kecamatan Percut Satuan, Sumatera Utara yang sempat Okezone wawancarai di dalam acara pertemuan forum Kesehatan Reproduksi dengan BKKBN provinsi Sumatera Utara, Medan, Senin 18 Januari 2018.
Anash juga menambahkan jika hasil survei ini berdasarkan pengalaman selama 27 tahun menjadi bidan. Menurut Anash, hal ini merupakan bukti jika masyarakat kini lebih memilih langkah sederhana untuk membatasi angka kelahiran. Hal ini turut membuktikan jika masyrakat sudah banyak yang sadar untuk memajukan progan kesejahteraan masyarakat.
“Banyak pasien saya meminta untuk dipasangkan kontraspesi spiral untuk membatasi angka kelahiran. Dan mereka biasanya datang ke saya dengan sudah mengerti alat kontrasepsi seperti apa yang diinginkan oleh mereka. Tentu saja, ini sebagai bukti jika masyarakat di daerah hingga desa, kini sudah maju dan mau menerima progam ber-Kb,” Jelas Anash.
(Helmi Ade Saputra)