KETIKA menangani luka kecil, pertanyaan yang sering muncul di kepala adalah apakah sebaiknya diperban atau tidak. Masalah ini datang karena ada anggapan luka bisa menjadi koreng bila ditutup dengan perban. Saran terbaik?
Ada tiga cara yang biasa dilakukan orang untuk menangani luka terbuka. Pertama, bilas dengan air kemudian perban, biarkan bernapas sampai mengering, atau membersihkannya dengan hidrogen peroksida. Sayangnya, seperti dikutip dari Timesofindia, Minggu (3/1/2016), tidak satupun dari metode ini yang ideal.
Untuk orang-orang tangguh yang berpikir perban hanya untuk bayi, berhati-hatilah. Luka dapat berubah menjadi bekas luka yang jelek. Membiarkan luka menjadi keropeng bukannya menjaga lembabnya akan cenderung menyebabkan peradangan, yang memperpanjang waktu penyembuhan dan mengakibatkan jaringan parut yang tidak diinginkan.
Sementara sengatan hidrogen peroksida membuat Anda berpikir itu bisa bekerja efektif membersihkan luka, cara ini tidak efektif membersihkan bakteri. Ada juga salep antibiotik yang diketahui menyebabkan reaksi di kulit.
Lalu bagaimana cara terbaik tangani luka? Cara terbaik adalah dengan mencuci tangan Anda, kemudian membilasnya dengan air. Berikutnya, tambahkan setetes petroleum jelly untuk menjaga luka tetap lembab dan tutupi luka dengan perban.
(Helmi Ade Saputra)