SEBUAH studi baru mengungkapkan, pria dengan kanker prostat yang sedang menjalani terapi radiasi bisa mendapatkan keuntungan dari berlatih yoga.
Pasien kanker prostat kerap mengeluhkan kelelahan, gangguan kesehatan seksual, dan inkontinensia urin. Namun, mereka yang berpartisipasi dalam program yoga intensif menjadi lebih stabil sepanjang menjalani terapi radiasi.
Penulis utama Neha Vapiwala dari Penn Abramson Cancer Center mengatakan, manfaat yoga dalam penelitian ini berasal dari data fisiologis yang menunjukkan kemampuannya untuk membantu mengatasi kelelahan, memperkuat otot-otot dasar panggul, dan meningkatkan aliran darah.
Dia mengatakan, ada juga manfaat psikososial yang bisa didapat pasien saat berpartisipasi dalam kegiatan kelompok kebugaran yang menggabungkan meditasi dan mempromosikan kesehatan secara keseluruhan.
Para peneliti menemukan, intervensi yoga terstruktur dalam bentuk kelas dua kali seminggu layak untuk pasien yang menjalani enam sampai sembilan minggu rawat jalan radioterapi untuk kanker prostat.
Dalam studi tersebut, 68 pasien kanker prostat yang memenuhi syarat diidentifikasi dan ditawarkan untuk berpartisipasi dalam studi. Dari keseluruhan, 45 orang menyetujui (66 persen) untuk menghadiri 75 menit kelas yoga dua kali seminggu.
Sebagian besar peserta yoga mengaku merasa lebih baik setelah kelas berakhir dan setelah menyelesaikan program yoga. Bahkan, banyak pasien yang meminta dan menjalani praktek yoga rutin di rumah sesuai dengan kebutuhan mereka.
“Yoga benar-benar dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien, meminimalkan, atau mengurangi efek samping dari kanker dan pengobatan kanker, dan mempromosikan penyembuhan dan pemulihan,” simpul Vapiwala yang dikutip dari Zeenews, Jumat (18/12/2015).
(Helmi Ade Saputra)