Mengenai bahan baku, ucap Diego, didatangkan dari luar Bali, yakni dari wilayah Jember, Bojonegoro atau Situbondo yang terletak di Jawa Timur. Dahulu, biasanya ada salah seorang karyawan yang berangkat ke Jawa untuk memesan bahan baku.
"Namun belakangan tinggal menghubungi dan memesan saja, maka bahan baku akar pohon itu akan diantarkan ke Bali," ujarnya.
Setelah bahan baku sampai, karyawan akan memotong sesuai bentuk yang diinginkan dan dibersihkan. Ketika akar pohon sudah dibentuk dan dibersihkan, maka akan difernis supaya kelihatan mengkilat namun tetap mempertahankan kealamiannya.
Akar pohon itu selanjutnya bisa dijadikan hiasan dinding, bangku taman, kursi, meja, dan berbagai barang kerajinan sesuai pesanan pembeli. Kalau dibentuk menjadi meja, maka tinggal menambahkan kaca di permukaan kayu. Harga barang kerajinan dari bahan akar pohon itu mencapai Rp500 ribu hingga Rp3 juta.
"Produk ini adalah kerajinan, jadi tidak takut ada kekhawatiran ada pesaing. Mungkin sama-sama bahan baku dari akar kayu, tapi hasil akhirnya sangat mungkin berlainan. Kami juga sering menyediakan bahan baku saja, mengenai bentuk disesuaikan dengan keinginan pembeli," kata Diego. (ANT)
(Amril Amarullah (Okezone))