Tepung Singkong Mampu Cegah Obesitas

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis
Rabu 09 Desember 2015 07:35 WIB
Singkong cegah diabetes (Foto: Maguin)
Share :

KETERGANTUNGAN terhadap tepung terigu dalam setiap bahan baku pangan harus mulai dikurangi. Tepung terigu dapat diganti dengan tepung singkong tanpa mengurangi kualitas rasa.

“Pola makan selama ini terjadi perubahan di Indonesia sejak tahun 1970-an telah terjadi distorsi, perubahan selera. Harus lebih memperhatikan masalah kesehatan dalam mengonsumsi aneka pangan sehari-hari agar terhindar penyakit degeneratif,” kata Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail saat meraih penghargaan Brownis Terpanjang dari MURI di Margo City, Kemarin.

Kasubdit Penganekaragaman Pangan Badan Ketahanan Nasional Tati Kartika mengatakan Indonesia mempunyai angka prevalensi obesitas dalam satu tahun terus meningkat 3 persen. Indonesia sempat berada di angka 11,7 persen masyarakat obesitas, kini menjadi 15,4 persen.

“Kalau tak disetop 10 tahun kedepan bisa jadi 25 persen. Itu penyakit. Ini akibat peningkatan asupan orang Indonesia terhadap beras dan tepung. Program "One Day No Rice" (ODNR) di Depok ini mendukung kita bahwa strategi karbohidrat tak hanya tepung terigu dan beras,” kata Tati.

Apalagi, menurutnya masyarakat Indonesia dirancang dengan enzim pencerna gluten yang lebih rendah dibanding orang asing. Apalagi PH darah yang netral dapat menjadi asam jika mengonsumsi nasi terlampau banyak.

“Tepung terigu itu tidak baik untuk pencernaan, jika terlalu banyak bisa menyebabkan hiperaktif atau anak autis. Nasi PH=nya asam sedangkan PH darah netral 7,35. Kalau nasi berlebihan PH darah menjadi asam sehingga memicu yang lain,” ungkapnya.

Ia mengimbau masyarakat lebih memilih jagung sebagai penggangti beras. “Jagung PHnya netral. Konsumsi jagung itu baik. Enggak ada bedanya nasi dengan jagung dalam hal kandungan gizi,” tuturnya.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya