"SAAT kami hamil, kalian—para suami—seharusnya membuat masa sembilan bulan ini semakin menyenangkan."
Itulah kira-kira yang ingin disampaikan para ibu hamil kepada suaminya.
Istri mana yang tak ingin mendapat perhatian penuh dari suaminya, terutama di saat kehamilan berlangsung. Idealnya, seperti di film-film. Suami pulang kerja sore, istri dibawakan makanan, dipeluk, dimanja-manja, lalu pada akhir pekan, diajak berekreasi santai atau berbelanja. Pasti masa kehamilan akan lebih menyenangkan.
Tapi sayangnya, memang pria dan wanita itu serba berbeda, tak setiap waktu pasangan bisa mengerti satu sama lain, apalagi bila tidak diimbangi dengan cara berkomunikasi yang tepat.
Tambahan lagi, akibat perubahan hormon saat hamil, terkadang membuat ibu hamil juga tak mengerti, apa yang sedang terjadi pada diri sendiri.
Seperti yang dialami wanita bernama Monik, yang saat hamil satu hari merasa sedih sekali, dan bereaksi berlebihan pada perkataan seseorang dan marah sejadi-jadinya pada suami.
Masalah seperti di atas akan tambah parah kalau suami justru ikutan sewot karena kemarahan istrinya tersebut. Nah, untuk mengatasinya, berikut tips untuk para suami (yang disampaikan ibu-ibu hamil):
Tenangkan Kami
Ini berlaku pada kondisi penuh kesedihan atau kemarahan. Cukup peluk dan usap-usap kepala kami dengan perhatian, tunggu hingga tangis atau kemarahan kami mereda baru menanyakan kondisi kami dan bayi dalam perut.
Meminta Maaf
Mungkin Anda tidak bersalah atau tak tahu kesalahan Anda. Tapi agar semua badai cepat berlalu, tak ada salahnya, kan, mengucapkan kata maaf?
Mendengarkan
Kami tidak mengharapkan Anda benar-benar mengerti apa yang kami alami. Tapi setidaknya Anda bisa mencoba mendengarkan keluh kesah kami. Setelah bercerita, kami biasanya akan merasa lega dan berpikir lebih jernih.
Bercanda
Setelah reda semua kehebohan ini, coba bercerita lucu untuk mengubah mood kami menjadi lebih ceria. Boleh, keluarkan stok beberapa cerita lucu.