MUNGKIN di sekitar Anda pernah menjumpai orang yang alami cemas berlebihan atau dikenal dengan istilah anxiety disorder. Lantas seperti apa sih kondisi dan gejala gangguan tersebut?
Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa dr Andri SpKJ menjelaskan, anxiety disorder merupakan gangguan kecemasan berlebihan, akibat seseorang yang mengalami menyimpan memori lama di dalam otaknya saat mendapatkan sesuatu yang membuatnya trauma. Namun dr Andri juga membantah bahwa penyakit ini disebabkan faktor genetik alias keturunan.
"Anxiety disorder tidak ada hubungannya dengan genetik. Biasanya masalah ini dihubungkan dengan kondisi cemas panjang. Misalnya seseorang mendapat pengalaman buruk sepanjang hidupnya, seperti melihat keluarganya sakaratul maut," ujar dr Andri saat bertandang ke News Room Okezone, HighEnd Building, kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Lebih lanjut, dokter yang praktek di OMNI Hospital Alam Sutera itu menambahkan, gejala seseorang yang mengalami anxiety disorder sangat mudah yakni, cepat cemas atau panik saat menghadapi sesuatu hal.
"Bahkan kalau sudah parah, gejalanya hampir sama dengan orang stroke. Tubuhnya kaku, kram, jantungnya berdebar-debar, hingga sesak napas," imbuh dia.