Kementerian Pariwisata Anti Jual Destinasi Palsu

Utami Evi Riyani, Jurnalis
Kamis 03 Desember 2015 13:10 WIB
Kementerian Pariwisata anti jual destinasi palsu (Foto: Kemenpar/Okezone)
Share :

INDONESIA memang memiliki target menggaet 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019. Tetapi, hal itu tidak lantas membuat Kementerian Pariwisata menawarkan destinasi palsu alias bohong.

Banyak daerah yang akan dikembangkan Kemenpar demi memenuhi target kunjungan wisman yang dua kali lipat dari tahun ini. Untuk menjadikan sebuah destinasi memiliki daya tarik, Kemenpar berupaya untuk bekerja sama dengan kementerian lain yang terkait.

Memperbaiki dan menambah infrastrukur adalah cara yang akan digunakan untuk membuat sebuah destinasi menjadi unggulan dan menarik wisatawan. Kemenpar dengan tegas tidak akan mempromosikan sebuah daerah dengan berlebihan jika tidak ada potensi atau objek yang menarik.

"Supaya orang bisa nyaman. Kalau kita promosikan daerah sangat besar, tapi ketika dia datang tidak menemukan apa yang kita promosikan, ini pembohongan. Itu harus betul-betul ada di daerahnya," terang Raseno Arya, asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kemenpar, kepada Okezone, di Gedung Sapta Pesona, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Raseno menjelaskan, sesuatu yang dipromosikan bisa berarti objek alam, serta fasilitas dan infrastruktur yang ada di daerah tersebut. Ia tidak mau masyarakat merasa dibohongi, sehingga ketika Kemenpar mempromosikan destinasi, apa yang dipromosikan adalah benar-benar ada.

Sebagai contoh, banyak destinasi menarik di Batam dan sekitarnya. Namun, aksesibilitas kerap menjadi hambatan, sehingga belum banyak orang tahu keindahannya.

Oleh karena itu, bekerja sama dengan kementerian lain sangat diperlukan demi perkembangan destinasi wisata seperti yang diharapkan.

"Semuanya kita minta berpartisipasi, salah satunya dari PU, karena pariwisata terkait dengan bidang lain juga," pungkas Raseno.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya