Pesona Garut Membuka Hati Dunia

Johan Sompotan, Jurnalis
Rabu 02 Desember 2015 15:10 WIB
Pesona Garut membuka hati dunia (Foto: Flickr)
Share :

BERAGAM pariwisata tersebar di seluruh wilayah Indonesia, bila ingin mencari keindahan alam dan budaya maka sambangi Garut. Darisanalah dunia bisa melihat keindahan Indonesia.

Garut, adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Tarogong Kidul. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Sumedang di utara, Kabupaten Tasikmalaya di timur, Samudera Hindia di selatan, serta Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung di barat.

Bila melihat kebelakang, maka sejarah Garut tak bisa dilepaskan dari Kabupaten Limbangan. Kabupaten Limbangan adalah Kabupaten lama yang ibukotanya dipindahkan ke Garut kini karena seringkali terjadi bencana alam berupa banjir yang melanda daerah ibukota.

Selain itu, kurang berkembangnya pusat pemerintahan karena jauh dari sungai yang menjadi sarana transportasi dan irigasi areal pesawahan dan perkebunan.

Pencapaian Garut untuk menuju pariwisata Indonesia terbaik memang kerap terbentur dengan ketenaran Bandung sebagai Ibukota Jawa Barat. Terlepas dari itu, pesona Garut tetap tak bisa dipandang sebelah mata. Hal ini diperkuat dengan aksesibilitas yang dimiliki Garut, Jawa Barat.

Mengutip ucapan Menteri Pariwisata, Arief Yahya bila suatu destinasi wisata baru bisa dianggap sebuah pariwisata harus memiliki syarat yang mutlak dimana salah satunyapersoalan aksesibilitas harus mudah digapai. Hal ini sudah terpenuhi oleh Garut.

"Keindahan Garut sangat luar biasa, dimana Garut memiliki danau, wisata syariah, pantai, pegunungan, candi-candi, batik, industri kreatif serta desa wisata. Oleh karena itulah Garut siap membawa turis dunia bukan sekedar berwisata namun bisa berlama tinggal untuk menikmati keindahan alamnya," jelas Rudi Gunawan, Bupati Garut kepada Okezone, baru-baru ini.

Selain faktor kemudahan dalam berwisata, maka Garut juga sudah siap dari sisi sanitasi. Apalagi, persoalan satu ini menjadi hal yang tak bisa ditoleransi oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya demi mengenalkan destinasi kepada publik dunia.

"Sanitasi menjadi faktor penentu kedatangan turis asing sehingga turis akan semakin betah di Indonesia karena memang Indonesia dikenal bersih dan itu harus dipenuhi oleh setiap daerah yang memiliki destinasi wisata," papar Arief Yahya.

Di sisi lain, Mlenik Maumeriadi selaku Kepala Dinas Pariwisata menyatakan bila Garut memang sangat mengutamakan kebersihan sebab dari sinilah kebersihan akan menjadi keindahan serta membawa dampak pariwisata Indonesia kian dikenal.

"Dengan kebersihan, maka semua akan tercipta keindahan dan itulah motto Garut dalam mengedepankan pariwisatanya," tambahnya.

Membuka keindahan Garut memang kurang afdol bila tak melihat sudut daerah penghasil jaket kulit ternama di Jawa Barat ini.

Budaya

Garut kaya akan budaya, dimana salah satunya terdapat seni dodombaan yakni sebuah tradisi kawin cair atau kawin air, dimana air yang dibawa memakai bambu. Dahulunya cara ini sebagai budaya ritual. Keutuhan budaya ini terus dilakukan di sembilan adat di Garut. Kemudian, air di dalam bambu disatukan atau dikawinkan. Artinya adalah banyak filosofi yang tertuang mulai dari disiplin, kekuatan memegang bambu yang berisi air disimbolkan dengan ketangguhan.

Setelah itu air tadi dibawa ke sumber mata air. Dari sinilah nama Garut itu muncul, dimana nama Garut berarti kakarut. Sejarah penamaan Garut ini muncul tahun 1800, kala itu di daerah Limbangan masih dipimpin Belanda mencari tempat pohon rimbun yang ada durinya ternyata ada air dan ternyata tergores, oleh orang Belanda disebut garut.

Pasalnya di jaman Belanda para kompeni meminta masyarakat untuk membangun saluran air tetapi saat membangun air memiliki goretan di saluran air. Lalu, budaya Garut juga mempunyai lais dimana dua bambu berdiri dengan tinggi 6 meter yang harus dinaiki menggunakan tangga yang terbuat dari golok. Kemudian diatas tidak memakai pengaman dan bergelantungan. Lais itu adalah keterampilan, dimana terdapat magis dan dilakukan turun temurun.

Pantai

Jangan menganggap kecil untuk destinasi di Garut, pasalnya Garut memiliki pantai dengan panjang garis pantai hingga 80 kilometer lebih, salah satu yang terkenal adalah pantai Sayanghelang, lalu ada pantai Cilaut Eren dimana Anda bisa melihat sunset, ada juga pantai Karang Paraje.

Selain itu Anda bisa melihat ribuan kelelawar di kawasan pantai selatan Garut. Ada juga pantai Cicalobak yang tak kalah indah dengan Tanah Lot Bali.

Kemudian ada pantai Ranca Buaya. Dimana ranca berarti tempat bersemayam dulu dipercaya tempat hidupnya buaya tapi kini tinggal cerita.

Pegunungan dan Candi

Dari segi wisata alam, Garut punya pegunungan yang menjadi tempat favorit pendaki yakni Papandayan dan Cikurai.

Ada pula Cipanas yang berada di kawasan Gunung Guntur yang berada di atas ketinggian 2240 mdpl. Garut juga ada Candi Cangkuang di daerah Leles.

Candi Cangkuang merupakan budaya umat hindu, letak candi cangkuang cukup unik yang sangat toleransi agama. Disana ada makam pradaban islam serta beberapa arca. Disamping candi cangkuang ada desa wisata kampung pulo di dalamnya ada masjid serta terdapat cinderamata. Terakhir ada Danau Situ Bagenit.

Batik

Batik identik dengan daerah Jawa, tapi di Garut juga memilikinya. Batik yang ternama bernama batik rasya Garut. Melalui tangan Inayani selaku pengelola batik rasya maka ketenaran batik ini dari 2005 maka batik tersebut mulai dikenal.

Untuk batik Garut terlihat lebih mengarah ke broken white, motifnya punya setiap daerah, merak ibing, sepak lodong, pecah kopi, bulu ayam, kerikil, poci.

Motifnya berbeda, merak ngibing lebih menguat di simbol kemekaran burung merak, dasar warna juga lebih bermain, garut kebanyakan ke arah soft. Garut juga bermain ke arah batik tulis ataupun batik cap.

Saking sudah terkenal, maka batik Garut sudah di eksport ke beberapa mancanegara termasuk Malaysia, Singapura, dan Amerika.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya