Didampingi pada diplomatnya, Muhamad Anshor, Dubes/Deputi Wakil Tetap RI untuk PBB, Brigjen Jamaludin, Penasehat Militer, bersama Kamapradipta Ismono, Masni Eriza dan Achsanul Habib.
“Setuju, objek wisata kita seperti Pulau Lombok, itu luar biasa! Lengkap dan bisa dikemas menjadi kelas dunia. Kami setuju juga dengan kerja bersama, karena sector pariwisata memang harus dikeroyok bareng-bareng, tidak mungkin berdiri sendiri. Infrastruktur, kebersihan dan kesehatan, keamanan, transportasi, fasilitas publik, dan promosi harus kompak bersama-sama,” jelas Anshor.
Menpar Arief Yahya pertama menggambarkan peta Indonesia di kawasan ASEAN, di bawah Malaysia 27 juta, Thailand 25 juta, bahkan dengan negeri yang amat kecil di tengah Selat Malaka, Singapore 15 juta tahun 2014 lalu. Bandingkan dengan Indonesia? Yang baru 9,4 juta wisman?
“Terlalu jauh dibandingkan dengan potensi yang dimiliki. Malu saya, dengan capaian itu. Harus diakui, kami belum berhasil, itulah yang memaksa kita harus melompat dengan target double,” ujar Menteri Arief Yahya melalui rilisnya kepada Okezone, Senin (9/11/2015)
Kalau dibedah lebih dalam lagi, Mantan Dirut PT Telkom dan Komisaris Utama PT Telkomsel itu semakin malu. Tapi, bagi dia, lebih baik kehilangan muka sekarang, di tengah para pejabat sendiri, daripada dipermalukan ketika performansi dan capaian targetnya semakin jauh dari proyeksi? Karena itulah, Menpar Arief Yahya buka-bukaan dengan data-data terkini.