"Sudah ada perjanjian kontrak antara warga sama pengelola gedung soal ganti rugi, tetapi sampai sekarang enggak pernah jadi," ujarnya kepada Okezone di sekitar Menara Saidah, Jakarta, Rabu (4/11/2015).
Lebih lanjut, Amed menjelaskan, ganti ragi tersebut terkait pung-puing Menara Saidah yang mungkin mengenai rumah warga jika dirobohkan. Selain itu, dampaknya pun besar ke lingkungan sekitar jika Menara Saidah dirobohkan.
"Karena, kalau dirobohin puing-puingnya bisa sampai ke rumah-rumah warga. Belum lagi di depan Menara Saidah kan ada tol, karena itu mungkin jadi takut juga," tuturnya.
(Johan Sompotan)