MENTERI Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan wisata halal bukan hanya untuk wisatawan Muslim tapi seluruh wisatawan.
Arief Yahya menjelaskan bahwa wisata halal adalah sebuah lifestyle yang mengedepankan unsur-unsur halal untuk muslim. Tapi bukan berarti wisatawan non muslim tidak bisa datang.
"Tidak harus orang beragama Islam, tapi kita mengedepankan halal style. Ada plus minusnya kita," tutur Arief Yahya di Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2015).
Arief Yahya juga menuturkan bahwa salah satu unsur wisata halal yang menjadi gaya hidup adalah makanan dan minuman. Untuk wisata halal, tentu makanan halal menjadi sesuatu yang wajib. "Kalau untuk orang Islam, makanan hampir tanpa kompromi," ucapnya.
Hal tersebut yang diaplikasikan di dalam kehidupan sehari-hari warga Lombok. Oleh karenanya, Lombok dianggap tepat memenangkan dua kategori, World's Best Halal Honeymoon Destination dan World's Best Halal Tourism Destination dalam puncak acara The World Halal Travel Summit & Exhibition 2015 yang diumumkan di Dubai, auni Emirat Arab dini hari tadi.
"Kalau di Lombok tidak perlu sertifikat halal pada makanan. Karena sudah bisa dipastikan semua makanan halal," pungkas Muhammad Amin selaku Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat.
(Johan Sompotan)