ALAT kontrasepsi KB suntik banyak dipilih wanita Indonesia untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, karena sudah terlalu banyak memiliki keturunan.
Namun Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek masih menilai tingkat keefektifannya tidak sebanding dengan alat kontrasepsi Intrauterine Device (IUD) yang kini disarankan oleh banyak tenaga medis.
"KB suntik salah satu alat kontrasepsi jangka panjang. Tapi risiko gagal (mencegah kehamilan) masih banyak jika dibanding IUD," terang Menkes Nila saat ditemui di kawasan Kota Harapan Indah, Bekasi, Selasa (20/10/2015).
IUD adalah jenis alat kontrasepsi yang dikenal dengan julukan spiral. Alat tersebut ditanam di dalam organ intim wanita untuk mencegah kehamilan.
Dengan begitu, masyarakat diharapkan pintar memilih alat kontrasepsi tepat agar mendukung program KB pasca persalinan dan keguguran, agar target penurunan angka kematian dan bonus demografi tepat sasaran.
"Kita bukan berarti gagal menurunkan angka kematian ibu saat ini. Kita lihat angkanya betul-betul dan koreksi setiap provinsi agar sama-sama sukses menjalankan program dua anak cukup," tegasnya.
(Renny Sundayani)