BELUM percaya kalau Warteg Warmo patut menjadi destinasi tujuan wisata kuliner di Jakarta? Jika sempat mengunjunginya, cobalah tengok keranjang nasi yang digunakan karena dari sana Anda bisa menarik kesimpulan sendiri.
Keranjang anyaman bambu terlihat diletakkan di atas meja di antara jajaran lauk pauk yang terlindungi lemari kaca. Ukuran keranjang bambu ini bukanlah ukuran normal layaknya yang biasa digunakan di rumah tangga. Keranjang yang disebut bakul ini setidaknya mampu menampung 15 kg beras.
“Ini bakul yang biasa dipakai buat masak nasi. Sehari bisa dua kali masak, sekali masak berasnya sekitar 15 sampai 20 kg,” kata Ita, penanggung jawab Warteg Warmo saat ditemui Okezone baru-baru ini.
Banyaknya nasi yang dimasak setiap harinya disesuaikan dengan perkiraan jumlah pengunjung yang datang. Ita menjelaskan saat pagi hari nasi yang dimasak bisa lebih banyak dibandingkan saat malam hari.
“Kalau pagi bisa sekarung, nah sorenya paling cuma setengahnya saja. Itu setiap hari Alhamdulillah selalu habis, lauknya juga,” kata Ita.
Warteg Warmo yang beralamat lengkap di Jalan Tebet Timur Raya No. 1 Jakarta Selatan ini sudah buka sejak tahun 1970 jadi tak heran namanya sudah tersohor. Beberapa pejabat pemerintahan dan artis juga kerap mampir ke warteg ini untuk menyantap makanan rumahan yang memang memiliki kualitas di atas rata-rata.
(Yogi Cerdito)