DI Jalan Daksinapati Raya, Rawamangun, Jakarta Timur berdiri sebuah pura indah bernama Pura Aditya Jaya. Ternyata, terdapat hal unik di balik kisah didirikannya Pura Aditya Jaya ini.
Pengelola Pura Aditya Jaya, I Gusti Kompiyang Suanda menceritakan, sejak tahun 1950 Jakarta tidak memiliki tempat ibadah umat Hindu. Barulah pada tahun 1955 muncul gagasan dari Presiden Soekarno untuk membangun Masjid Istiqlal, Gereja Katedral dan Pura Aditya Jaya secara berdampingan di sekitar Lapangan Banteng.
“Hanya, kemampuan finansial umat Hindu di Jakarta saat itu masih terbatas, sehingga tidak bisa terwujud dan akhirnya pembangunan pura dibatalkan,” ceritanya kepada Okezone di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur, baru-baru ini.
Lanjut bercerita, I Gusti Kompiyang mengatakan, mengatakan saat Jakarta dipimpin Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1966 sempat diungkap kembali rencana pemberian sebidang tanah untuk membangun pura di kawasan Senayan. Sayangnya, rencana pembangunan pura di kawasan tersebut kembali dibatalkan karena keterbatasan dana.
Selanjutnya, beberapa tahun kemudian direncanakan kembali untuk membangun pura di sebuah kawasan MT Haryono, tetapi gagal karena keterbatasan dana. Secercah harapan pembangunan pura di Jakarta akhirnya muncul sekira tahun 1970-an.
“Sesepuh kita, I Gusti Ngurah Mandera meminta izin mendirikan tempat ibadah umat Hindu di tempat ini kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, Ir Sutami. Waktu itu, kawasan ini merupakan tempat penyimpanan barang-barang logistik jalan, seperti pasir, batu dan aspal,” tuturnya.
Setelah diberikan izin oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik, sebidang tanah akhirnya dihibahkan untuk mendirikan Pura Aditya Jaya. Pembangunan Pura Aditya Jaya pun akhirnya dimulai pada 1970 secara bertahap sesuai dengan kemampuan finansial umat Hindu di Jakarta saat itu.
“Selanjutnya, pada 1972 Pura Aditya Jaya Rawamangun akhirnya diresmikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta saat itu, yaitu Wiyogo Atmodarminto,” kenang I Gusti Kompiyang.
Kini, Pura Aditya Jaya berdiri sebagai tempat beribadah yang nyaman untuk umat Hindu, terutama di sekitar kawasan Rawamangun. Ribuan umat Hindu selalu berbondong-bondong mendatangi Pura Aditya Jaya untuk melakukan ritual di hari-hari besar agama Hindu.