Harapan 'Mad Dog' bagi Pencak Silat Indonesia

Ariesta Asri, Jurnalis
Sabtu 05 September 2015 05:50 WIB
Yayan Ruhian (Foto: Okezone)
Share :

KAUS yang dipadu dengan celana jins dan rambut gondrong membuatnya terlihat sederhana. Tapi siapa sangka, sosoknya dianggap sebagai ikon kebangkitan pencak silat di Indonesia maupun internasional.
 

Yayan Ruhian namanya. Pria kelahiran Tasikmalaya 46 tahun lalu ini tak menyangka jika takdir Tuhan akan membawanya sebagai aktor film laga yang cukup diperhitungkan. Yayan pertama kali belajar silat di desa kelahirannya di pinggiran Tasikmalaya Jawa Barat. Saat itu yang ada di pikirannya adalah bahwa remaja laki-laki harus jago bela diri, tidak ada pikiran untuk menjadi master pencak silat apalagi aktor level internasional.

Barulah pada tahun 2009, Gareth Evans, sutradara kelahiran Inggris meminta ayah dua anak ini untuk berlaga di Film Merantau besutannya. Merantau sendiri memenangkan penghargaan ActionFest Amerika Serikat sebagai film terbaik pilihan juri di tahun 2010. Berangkat dari film tersebut, karier Yayan menanjak pesat di antaranya dengan membintangi The Raid: Redemption (2011), The Raid 2: Berandal (2014), Yakuza Apocalypse (2015), dan Gangster (2015).

Yayan berharap, aksinya di film-film tersebut dapat menggugah minat anak muda Indonesia untuk kembali mempelajari pencak silat.

“Saya ingin pencak silat betul-betul bisa menjadi budaya yang terpelihara bahkan semakin berkembang. Tapi yang lebih penting, dicintai oleh masyarakat Indonesia sendiri. Jangan sampai lima atau 10 tahun ke depan, kalau ada generasi muda yang mau belajar pencak silat harus belajar atau mendatangkan pelatih dari luar negeri. Aduh, jangan sampai terjadi seperti ini,” ucapnya prihatin.

Aktor yang juga pernah belajar bela diri Aikido ini juga mengharapkan campur tangan pemerintah terhadap kelestarian pencak silat. Tidak seperti bela diri lain, pencak silat memiliki keunikan. Keunikan tersebut yakni banyaknya aliran dan kekhasan yang berbeda-beda di setiap daerah di Indonesia mulai dari segi materi, pakaian, sampai tingkatan.

“Mudah-mudahan pemerintah nantinya bisa menjadikan pencak silat sebagai bagian dari mulok (muotan lokal) dan menjadikan cabang bela diri yang diwajibkan di sekolah-sekolah, apakah itu sebagai bela diri, olahraga, ataupun seni. Karena tiga unsur tersebut, plus mental dan spiritual merupakan unsur pencak silat. Salah satu unsur itu tidak ada maka itu bukan pencak silat,” ungkap Yayan penuh harap.

Biodata Yayan Ruhian

Nama : Yayan Ruhian

Tempat, tanggal lahir: Tasikmalaya, 19 Oktober 1968

Film : Merantau (2009), The Raid: Redemption (2011), The Raid 2: Berandal (2014), Yakuza Apocalypse (2015), Gangster (2015).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya