JAKARTA memiliki banyak destinasi wisata. Salah satunya gereja katolik pertama di Jakarta yang mengagumkan.
Ya, gereja katolik tertua di Jakarta adalah Gereja Katedral. Gereja ini terletak tidak jauh dari bangunan ikonik Jakarta, Monumen Nasional (Monas) dan Masjid Istiqlal.
Untuk umat Katolik dari luar kota Jakarta, gereja ini sudah barang tentu menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi.
Namun gereja ini juga terbuka untuk masyarakat umum yang ingin menyaksikan dan berkeliling di salah satu cagar budaya Jakarta ini.
Awalnya, Gereja Katedral bernama Santa Maria Diangkat ke Surga dan diberkati oleh Pastor Lambertus Prinsen pada 6 November 1829.
Namun kemudian gereja ini sempat runtuh dan dibangun kembali pada 1891 oleh Pastor Antonius Dijkmans SJ.
Pembangunan gereja sempat dihentikan karena kekurangan biaya. Untuk mengatasi hal tersebut, kotak misi pun diedarkan di Belanda. Tujuannya adalah untuk mencari dana sehingga pembangunan dapat dilanjutkan.
"Saat pembangunan terhenti, diedarkan kotak misi ke Belanda karena saat itu semuanya memang di bawah kendali Belanda," ujar Lili selaku pengurus Museum Katedral kepada Okezone di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2015).
Setelah itu, pembangunan Gereja Katedral mulai dilanjutkan pada 16 Januari 1899 hingga diresmikan pada 21 April 1901.
Bangunan dasar Gereja Katedral berbentuk salib dengan arsitekur bergaya Neo-Gothic. Gaya arsitekur ini adalah seperti pada bangunan gereja di Eropa pada masa itu.
Gereja Katedral memiliki tiga menara yang meruncing ke atas. Menara pertama adalah Menara Angelus Dei yang terletak di atap bagian tengah. Menara ini memiliki ketinggian 45 meter dari dasar bangunan gereja.
Sementara menara kedua adalah Menara Benteng Daud yang terletak di sisi kiri pintu masuk. Sedangkan menara ketiga adalah Menara Gading yang terletak di sisi kanan pintu masuk. Keduanya memiliki ketinggian yang sama, yakni 60 meter.
Di antara Menara Benteng Daud dan Menara Gading terdapat jendela kaca berbentuk bundar yang dikenal dengan sebutan Rozeta.
Gereja Katedral yang memiliki panjang 60 meter dan lebar 10 meter ini memiliki tiga altar. Altar tersebut yakni Altar Santa Maria, Altar Utama dan Altar Yoseph. Ketiga altar tersebut merupakan altar yang dibuat di Belanda dengan waktu pemasangan yang berbeda.
Menurut Lili, bagian dalam gereja ini mampu menampung 900 umat. Sementara untuk perayaan hari besar, ada sekira 4.000 umat yang merayakan hingga ke beberapa halaman gereja. "Kalau hari Natal pengunjungnya bisa sampai 4 ribuan orang," tutup Lili.