RUMAH sakit merupakan tempat paling berharga untuk menyelamatkan nyawa manusia. Begitu pula sejak Indonesia belum merdeka, sudah ada beberapa rumah sakit yang eksis dan masih bertahan hingga kini. Yuk cari tahu!
Dikutip dari berbagai sumber, ini dia tiga rumah sakit paling eksis yang dirangkum Okezone, Senin (17/8/2015).
Rumah Sakit Dr Kariadi
Sejak masa pemerintahan Hindia Belanda, gedung Rumah Sakit Dr Kariadi ternyata sudah menjadi tempat untuk menyembuhkan pasien yang sakit. Pencetusnya adalah dr NF Liem, dimana ia ingin menggabungkan dua rumah sakit, sekaligus menjadikan RS ini besar dan maju di tahun 1925. Seiiring waktu, sejak Indonesia mulai dijajah Jepang, pamor rumah sakit kuno itu menurun karena pemerintahan Jepang membatasi usaha-usaha, termasuk di bidang kesehatan.
Keprihatinan itu tak berlangsung lama, karena tahun 1945 Indonesia dinyatakan merdeka. Pada awal kemerdekaan, NICA datang ke kota Semarang dan membawa banyak perawat dan tenaga medis untuk membangun kembali kualitas rumah sakit. Perlahan-lahan, rumah sakit yang kini berada di Jalan Dr Sutomo, Randusari itu kembali maju dan tahun 1950-an namanya mulai diubah menjadi Rumah sakit Dr Kariadi dengan dasar hukum SK Menteri Kesehatan RI No 21215/Kab/1965.
Kini Rumah Sakit tipe A itu menjadi salah satu rumah sakit rujukan terbesar di Kota Semarang. Fasilitasnya pun sudah cukup lengkap dan rapi. Begitu pula dengan adanya sumber daya manusia berkualitas, seperti dokter spesialis handal.
Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung
Berjalan ke arah Bandung, kita akan menemukan Rumah Sakit Hasan Sadikin yang sudah eksis sejak zaman penjajahan. Rumah sakit itu kini usianya sudah lebih dari 90 tahun, sejak diresmikan pada 15 Oktober 1923. Saat pemerintahan Jepang, rumah sakit milik BUMN itu fungsinya sebagai rumah sakit militer.
Nah, nama Hasan Sadikin diambil dari orang pertama kali yang menjabat sebagai direktur di rumah sakit itu. Pemerintah Indonesia sejak tahun 1967 mengubah nama Rumah Sakit Hasan Sadikin dan dikenal hingga kini.
Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya
Sejak 29 Oktober 1938, Rumah Sakit Dr Sutomo pertama kali dibangung dan bernama RS Centraal Burgerlijk Ziekenhuis (CBZ) oleh pemerintah Belanda. Seiring waktu, rumah sakit itu terus berganti nama sejak masa pemerintahan berganti-ganti hingga Indonesia merdeka. Nah, karena letaknya berada di kawasan Karangmenjangan, sejak saat itu rumah sakit kuno yang berada di Kota Surabaya itu dikenal dengan Rumah Sakit Karangmenjangan. Rupanya julukan itu masih eksis hingga kini dibenak Arek-Arek Suroboyo
Barulah, semenjak tahun 1979, Rumah Sakit CBZ diubah nama menjadi Rumah Sakit Dr Soetoemo sesuai peraturan SK Menteri Kesehatan. Uniknya, hingga kini rumah sakit tersebut dikenal baik dalam pelayanan spesialis bedah.
(Renny Sundayani)