BALI bukan hanya menawarkan wisata alam dan pantai saja, tetapi juga kebudayaan dan seni. Seperti yang ada dalam Museum Puri Lukisan.
Jika Anda sudah puas menikmati pantai Bali yang eksotis, dan ingin melihat Bali melalui sisi yang berbeda, cobalah datang ke Museum Puri Lukisan. Museum ini terletak di Jalan Raya Ubud, Ubud, Bali, tepatnya 40 km dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Museum Puri Lukisan menampilkan karya seni bercita rasa tinggi, seperti dikutip dari
Lonelyplanet, Kamis (13/8/2015). Koleksi yang dimiliki diberi label dalam bahasa Inggris, mengingat Bali banyak dikunjungi jutaan wisman mancanegara per tahun.
Museum Puri Lukisan didirikan oleh masyarakat Bali bersama dengan pelukis asal Belanda, Rudolf Bonnet pada tahun 1936. Museum ini memiliki koleksi karya seni yang dibuat dari penduduk Ubud dan desa-desa sekitarnya.
Termasuk lukisan klasik wayang kulit yang menggambarkan kehidupan sehari-hari. Selain itu, karya-karya klasik ekspatriat dari tahun 1930-an juga ditampilkan di museum tersebut.
Meski namanya Museum Puri Lukisan, namun museum ini tidak hanya mengoleksi lukisan saja. Melainkan menyimpan beberapa karya seni lainnya dalam bentuk yang beragam, seperti ukiran kayu.
Karya ukiran kayu yang dipajang di museum ini dibuat oleh seniman Ida Bagus Nyana dan Tjokot. Ia dikenal dengan karya ukiran berbentuk tubuh manusia, serta batang dan cabang yang ditransformasikan menjadi karakter setan.
Menurut Indonesiatravel, gedung museum ini kini digunakan sebagai tempat aktif untuk mengorganisir pameran seniman lokal. Untuk masuk ke museum ini, pengunjung harus membayar Rp50 ribu per orang. Namun anak di bawah umur 15 tahun tidak dikenakan biaya alias gratis. Museum Puri Lukisan dibuka dari pukul 09.00 hingga 17.00 WITA.