GEJALA alergi yang parah bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan gagal tumbuh pada anak, bila terkait dengan alergi makanan. Beberapa metode tes alergi dapat dilakukan untuk mengetahui adanya alergi. Namun, tidak semuanya bisa diterapkan pada anak usia dini.
Secara umum, ada dua jenis tes alergi yang bisa dilakukan, yaitu tes kulit dan tes darah di laboratorium, kata Ketua Divisi Alergi Imunologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM, Dr dr Zakiudin Munasir SpA(K).
“Tes alergi kulit dilakukan oleh dokter anak khusus alergi hanya dilakukan 15 menit. Namun, tes ini cocok untuk usia tiga tahun ke atas, bukan anak usia dua atau tiga bulan, karena banyak syaratnya. Lebih baik tes darah di lab untuk mengetahui imunoglobin E (IgE) spesifik dalam darah,” terangnya saat ditemui beberapa waktu lalu, di Jakarta.
Ia mengatakan, tes alergi bisa dilakukan di beberapa rumah sakit besar atau laboratorium dengan biaya tertentu. Tes alergi disarankan bila tes dengan uji eliminasi dan provokasi tidak memberi petunjuk tentang alergen yang menyebabkan alergi.
(Renny Sundayani)