Nail Art, Artistik Kecantikan

Koran SINDO, Jurnalis
Rabu 05 Agustus 2015 15:30 WIB
Nail art (Foto: Koran Sindo)
Share :

“Ratu Elizabeth I yang memopulerkan perawatan kuku di Inggris,” imbuh Shapiro. Nail artmodern kemudian berkembang pesat di Jepang dengan nail artistyang cukup populer, yaitu Naomi Yasuda dan Tacarra Sutton. Nail expopun digelar setiap tahunnya di Jepang untuk menemukan para nail artist dengan kreasi manicure yang paling unik. Hal itulah menjadi salah satu faktor mengapa nail artkemudian identik dengan segala ide unik dan “gila” mengenai kuku.

Perkembangan tren mode yang sangat dinamis ternyata juga memengaruhi tren manicure. Sebagai contoh tren manicure Prancis yang sangat modis dan feminin dengan warna-warna yang lembut pada tahun 1920 hingga 1930-an. Perkembangan tren manicure terlihat pesat pada 1980 ketika banyak perempuan Prancis yang menggunakan warna-warna mencolok dan terang, seperti merah dan ungu. Peristiwa sejarah ternyata juga cukup memengaruhi perkembangan tren nail art.

Hal tersebut terjadi di Amerika Serikat pada tahun 1970- an. Sebuah film dokumenter berjudul NailedIt menceritakan salon-salon manicure berkembang pesat pada tahun 1970-an. Hal itu salah satunya karena banyak orang dari Vietnam yang terpaksa mengungsi akibat perang Vietnam saat itu. “NailedIt adalah sebuah film tentang dominasi orang-orang Vietnam dalam industri nail art bermodal miliaran dolar dan tentang budaya ragam nail artitu sendiri,” sebut pembuat film, Adele Pham, seperti dilansir Dailymail.co.uk.

Dominasi orang-orang Vietnam terhadap industri nail art di Amerika Serikat sebenarnya dipengaruhi oleh aktris Hollywood Golden Age, Tippi Hedren. Saat peristiwa Saigon pada 1975, dia merasa iba dengan ribuan pengungsi dari Vietnam. Saat itulah, dia terpikir untuk memberikan pelatihan perawatan kuku, khususnya bagi para wanita Vietnam agar bisa menghasilkan uang. Hedren melihat bahwa Hollywood tengah berkembang dengan sangat pesat, dan tampilan kuku yang indah menjadi salah satu tolok ukur penampilan aktris Hollywood saat itu.

Dengan cara itulah, Hedren memberdayakan para pengungsi wanita Vietnam, sekaligus memicu perkembanan tren nail artdi Amerika Serikat. “Hedren melihat celah di pasar, di tengah keglamoran wanita-wanita di Hollywood, sekaligus melihat nasib pengungsi Vietnam. Para pengungsi tersebut dilatih teknik manicure sehingga akhirnya mereka bisa membuka salon kuku sendiri,” ujar Pham. Pada era 1990-an dan 2000-an perkembangan nail artsemakin berkembang pesat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya